Harianpilar.com, Waykanan – Pengawasan terhadap penggunaan Dana Desa/Kampung bakal dioptimalkan. PWI Waykanan pada Jumat (3/6/2016) telah membentuk tim monitoring guna mengawasi penggunaan Dana Desa/Kampung pada masing-masing desa. Hal ini dilakukan, guna mencegah terjadinya penyalahgunaan Dana Desa/Kampung.
“Tim akan segera turun ke lapangan guna mengawasi penggunaan Dana Desa/Kampung oleh para aparatur di masing-masing desa,”ungkap Ketua PWI Waykanan Hamzah, Senin (6/6/2016).
Hamzah mengungkapkan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Waykanan yang menggunakan Dana Desa/Kampung tahun 2016, diharapkan dapat terealisasi dengan baik sesuai dengan mikanesme yang telah ditetapkan.
Hamzah menjelaskan, terbentuknya tim monitoring bersama pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menyukseskan plaksanaan Dana Desa/Kampung, sehingga apa yang diharapkan bersama dapat terwujut dengan baik dan memuaskan apa yang dicapai dari pelaksanaan Dana Desa tersebut. Terpenting kejadian tahun sesebelum yang terkesan jadi tidak terulang kembali.
‘Saya mempunyai keyakinan dengan bersama, pemerintah yang terdiri dari Insfektorat, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kejaksaan, Kepolisian, bahkan Lembaga KPK dan masyarakat pelaksanaan Dana Desa akan terserap dengan baik dan pada akhirnya akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.
Dikatakanya, tim monitoring terbagi menjadi 5 baian. Berdasarkan daerah pemilihan (Dapil) dari 14 kecamatan se Kabupaten Waykanan. Dari masing-masing Dapil ditugaskan 5 – 6 orang anggota PWI yang bertangung jawab penuh melakukan infestigasi di lapangan, dan selajutnya apapun temuan dan hasil dari monitoring yang dilakukan tim akan dilaporkan ke tim Kabupaten yang terdiri 5 orang yang dibentuk bersamaan terbentuknya tim Kabupaten.
“Kita juga membentuk tim kecil atau tim Kabupaten, untuk menerima dan merumuskan temuan- temuan tim di lapangan. Selanjutnya tim yang akan kita tugaskan dimasing – masing Dapil juga akan kita bekali SK dari PWI Waykanan dan surat pemberitahuan kepada pihak terkait, seperti Dinas PMK, kecamatan dan forum kepala kampung serta pihak lain,” terangnya.
Hamzah berharap kepada kepala kampung hendaknya selalu memfungsikan perangkatnya masing – masing sesuai dengan tupoksinya, selain akan melahirkan hasil yang baik dan maksimal juga akan terjalin hubungan silaturahmi yang baik juga dan bukan menerapakan menejeman tukang sate. (Ansori/Mar)








