oleh

Ridho Percepatan Pembangunan Infrastruktur

Harianpilar.com, Bandarlampung – Di dua tahun masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung M Ridho Ficardo-Bakhtiar Basri, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dibenai, mulai dari infrastruktur, reformasi birokrasi, pendidikan hingga kesehatan.

Kondisi ini diakui Ridho sebagai tugas dan tanggungjawab yang akan terus diperbaiki, guna mendorong peningkatan PAD serta percepatan pembangunan.

Saat menggelar pertemuan dengan sejumlah pemimpin redaksi surat kabar se Lampung, Rabu (31/5/2016) malam di Pemprov Lampung, Ridho menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan kementerian, serta pemerintah daerah guna untuk mendapatkan kucuran dan APBN, selain APBD guna membenahi infrastruktur.

Dijelaskan Ridho, belum maksimalnya percepatan pembenahan infrastruktur antara lain, irigasi, jalan, jembatan dan gedung ini, lantaran anggaran di pos infrastruktur ini masih terbatas.

Di kesempatan itu, Ridho memaparkan, untuk memperbaiki seluruh ruas jalan rusak, dibutuhkan dana sekitar 4 sampai Rp 5 Triliun. Sementara dana yang mampu digelontorkan Pemprov hanya di angka Rp 800 miliar sampai Rp 1 triliun. Artinya baru sekitar 25 persen jalan yang bisa diperbaiki selama ini.

“Estiamsi kebutuhan perbaikan jalan agar kondisinya bagus dengan kualtias hot mix butuh 4-5 T. Jadi, ketika kita mempersiapkan dana 1 T, artinya masih ada 3/4 jalan yang belum tersentuh. Ini yang harus disadari oleh masyarakat,” kata Ridho.

Saat ini, jelasnya, yang menjadi kendala masih sering cepatnya rusak yaitu; selain faktor cuaca dan angkutan dari luar provinsi yang tonase kendaraan memang sulit dikendalikan.

Akbiatnya jalan-jalan di provinsi kembali rusak. Untuk itu Pemprov terus berupaya melakukan percepatan penambahan anggaran untuk infrastruktur, salah satunya dengan berkoordinasi dengan kementerian untuk peningkatan dukungan anggaran untuk provinsi dan kabupaten/kota.

lebih lanjut orang nomor satu di Lampung itu mengatakan, saat ini Pemprov Lampung terus berkordinasi dan hasilnya terbilang gemilang. Beberapa kabupaten/kota juga mendapt bantuan dana dari APBN sebesar Rp100 hingga Rp200 miliar. Hal ini tetap diupayakan Pemprov, agar semua jalan bisa dibenahi.

Pihaknya juga telah mengajukan ke Bapenas, agar Pemprov Lampung bisa mendapatkan pinjaman dari luar negeri untuk perbaikan infrastruktur jalan. Kalau terlaksana Provinsi Lampung akan mendapatkan utang Rp 3 triliun.

Ridho mengakui, PR lainnya dalam bidang perhubungan, yakni perhubungan Bakauheni-Merak yang saat ini dinilai kurang nyaman. Hal ini mengakibatkan kurangnya minat untuk melintas selat tersebut. Untuk itu, Pemprov akan berupaya membenahi setiap fasilitas yang ada di lokasi tersebut.

“Saat ini banyak orang memilih naik pesawat dari Bandara Raden Inten karena lewat laut sudah tidak nyaman, kita akui ini juga menjadi PR kita agar kedepan bisa lebih baik,” jelasnya.

Selain itu gubernur berencana akan membangun stadion sepak bola di kampus Itera dengan bantuan dari pusat. Di tahun 2017 juga akan dibangun sarana olah raga di Itera.

“Untuk ke depan kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengoptimalkan diberbagai bidang sektor seperti; kesehatan, mengoptimalkan pelayana RS, perindustrian, pertanian karena di tahun sebelumnya saluran irigrasi mengalami kerusakan hingga  75persen,” jelasnya.

Untuk saat ini gubernur mengakui lebih banyak kunjungan ke luar negeri dan pusat dengan tujuan untuk meningkatkan sektor pertanian dan mengembangkan pariwisata.

“Saya terus berusaha menjalin kerjasama dengan pihak luar selain untuk melihat perkembangan di sektor pendidikan dan kesehatan agar lebih baik, diharapkan hasil pertemuan dengan para Pimred agar pemberitaan lebih baik tidak mengeluarkan pemberitaan yang berlebihan,” tandasnya. (Fitri/Juanda)