Harianpilar.com, Bandarlampung – Dari 18.007 peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Universitas Lampung (Unila) yang tercatat mengikuti Sistem Computer Best Tes (CBT) dan Paper Best Tes (PBT), sebanyak 2.206 peserta absen tanpa kejelasan.
Ketua Palok 27 Unila Bujang Rahman membenarkan adanya ribuan peserta SBMPTN yang tidak mengikuti tes dan telah dianggap gugur.
“Memang ada ribuan peserta SBMPTN dari berbagai daerah yang tidak mengikuti tes. Unila kan dapet jatah dari pusat itu untuk yang CBT sebanyak 80 orang dan yang tidak hadir ada 5 orang. Untuk sudah lumayan banyak kalau untuk Lampung, karenakan itu dapat projek dari pusat,” ujar Bujang Rahman, saat dihubungi via telepon, Rabu (1/6/2016).
Untuk projek, kata Bujang, di tahun ini bagus tidak ada kendala mungkin di tahun depan akan ditambah jumlah yang mengikuti tes menggunakan Computer Best Tes (CBT) oleh pusat.
“Kami berharap ditambah itu karena kami kan punya jaringan cukup banyak, bisa 1.000 orang kalau mau dimanfaatkan semuanya. Tahun Ini kan baru projek dari pusat jadi nggak banyak-banyak jatahnya, dilihat dulu kalau hasilnya bagus mungkin di tahun depan akan ditambah,” ungkapnya.
Untuk sistem CBT di tahun pertama, ia mengatakan tidak ada kendala dan berjalan lancar, baik itu jaringan dan tanpa ada kecurangan.
“Saya berani jamin CBT tahun pertama ini nggak ada yang namanya joki atau yang lain sebagainya , yang terindikasi adanya joki buktinya nggak ada , semua berjalan lancar, karena dari kami sudah membangun sistem yang insyaallah sangat kuat,” tuturnya.
Untuk pengawas, pada CBT ada panitia atau pengawas yang didatangkan langsung dari pusat dibantu panitia lokal (panlok) yang terdiri dari unsur pimpinan dan beberapa dosen termasuk karyawan.
Peminat Prodi yang paling diminati, Bujang mengatakan ada 10 (sepuluh) prodi yang paling diminati yaitu kedokteran , PGSD, Manajemen , ilmu omunikasi, agribisnis, ilmu komputer, ilmu administrasi Negara, ilmu pemerintahan , hukum dan akuntansi. (Ramona/JJ)









