Harianpilar.com, Tanggamus – Bupati Tanggamus Bambang Kurniawan, mengapresiasi kerjasama antara kelompok tani (poktan) ternak, Pemkab Tanggamus dan BI. Menurut bupati, langkah BI dalam mengembangkan ternak Kambing Saburai sudah sangat tepat. Sebab Tanggamus merupakan pioneer lahirnya Kambing Saburai yang dulunya bernama Kambing Boerawa.
“Kambing Saburai sudah menjadi ikon dari Provinsi Lampung. Langkah BI sudah tepat dalam mengembangkan dan mendukung kemajuan peternakan Kambing Saburai. Sebab di Kabupaten Tanggamus ini, kaya dengan potensi alam, sehingga stok pakan aman, kata Bupati pada penandatanganan MoU antara Bupati Hi. Bambang Kurniawan dengan Kepala Perwakilan wilayah (KPw) BI Provinsi Lampung M. Emil Akbar, di Dusun Tegalsari, Pekon Kutadalom, Kecamatan Gisting, Senin (30/5/2016).
Bambang mengungkapkan, banyak kelompok ternak dan populasi kambing juga cukup banyak. “Dari 165.552 ekor kambing, 26.870 berjenis Saburai,” ujar Bambang.
Bupati juga berpesan kepada kelompok peternak untuk merawat bantuan yang telah diberikan BI. Dia juga mengimbau kelompok peternak, untuk tidak buru-buru dalam menjual kambing,khususnya yang menjadi bibit unggul.
“Kita menghendaki untuk keturunan pertama jadi bibit unggul dulu jangan buru-buru dijual. Setelah banyak baru dijual. Masalahnya sekarang, peternak tidak bisa mempertahankan jika ada kebutuhan mendesak. Inilah yang kita cari formulasinya dan perlu kerjasama dengan semua pihak,” tutur Bambang Kurniawan.
Turut hadir dalam kesempatan kemarin, Kepala Disnakkeswan Tanggamus Romas Yadi, perwakilan Disnakkeswan Provinsi Lampung, Camat Gisting Andrias Tarmi Wijaya, Kepala Pekon Kutadalom Nurul Fikri dan para kelompok ternak dari Gisting danSumberejo.
BI memberikan bantuan berupa delapan kandang Kambing Saburai, masing-masing senilai Rp28,5 juta atau total senilai Rp228 juta. Kemudian bantuan sperma/semen beku sebanyak 2.000 dosis dan 150 liter nitrogen cair.
Emil Akbar mengatakan, bantuan tersebut diberikan kepada dua kelompok, yakni kelompok Peternak Wijaya Makmur, Pekon Kutadalom, Kecamatan Gisting dan Kelompok Pelita Karya III, Pekon Dadapan, Kecamatan Sumberejo. Kelompok itu adalah rekomendasi dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Tanggamus dan Disnakkeswan Lampung, lantaran memiliki prestasi.
Bantuan yang diberikan, kata Emil, dalam rangka mendukung pemerintah mengembangkan sektor pertanian. Upaya pembangunan peternakan, merupakan bagian dari pembangunan pertanian yang bertujuan untuk menyediakan pangan bernilai gizi tinggi, penyerapan tenaga kerja, pengurangan pengangguran, penanggulangan kemiskinan, dan penyediaan bahan baku untuk industri pangan dan non pangan.
“Budidaya Kambing Saburai sangat diminati peternak. Dikarenakan memiliki beberapa kelebihan, selain postur tubuh lebih besar juga memiliki tingkat produksi dan kualitas daging yang lebih baik. Sementara pemeliharaan dan perawatan tak jauh berbeda dengan kambing lokal,” ujar Emil.
Di samping bantuan sarana-prasarana, BI juga memberikan bantuan pendampingan selama tiga tahun. Sehingga diharapkan, kelompok ternak dalam mengembangkan Kambing Saburai dapat berjalan lancar dan sukses.
“Nota kesepahaman ini sebagai landasan bersama antara KPw BI Provinsi Lampung dan Pemkab Tanggamus, melalui upaya pengembangan dan pemberdayaan petani peternak dengan pendekatan klaster. Adapun tujuannya untuk menjalin sinergi program dalam melakukan kegiatan peningkatan kapasitas kelembagaan. Kemudian mendorong fungsi intermediasi dan akses pembiayaan kepada pengembangan usaha budidaya Kambing Saburai,” jelas Emil. (Ron/Mar)









