oleh

Nelayan Tenggelam di Pantai Digul

Harianpilar.com, Tanggamus – Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus hingga Minggu (29/5/2016) masih melakukan pencarian terhadap keberadaan jasad Sumadi (41) warga Pekon Tanjung Agung, Kecamatan Kotaagung Barat.

Korban yang berprofesi sebagai nelayan ubur-ubur yang dinyatakan hilang sejak Jumat (27/5/2016) pukul 18.00 WIB saat tengah mencari ubur-ubur di Pantai Digul.

Menurut Kepala BPBD Tanggamus Ovi Ariansyah, korban terakhir berpamitan kepada keluarganya hendak pergi kelaut untuk mencari ubur-ubur pada pukul 16.30 WIB, dia membawa peralatan seadanya dengan menggunakan perahu londeng. Dalam melakukan aktifitasnya, korban ditemani beberapa rekannya.

Namun, naas selang 2,5 jam, korban terpental beberapa meter dari atas perahu yang ditumpanginya lantaran lantaran tersambar petir. Melihat kejadian tersebut, seorang temannya langsung mendayungkan perahunya ke arah korban terpental. Akan tetapi, jasad korban sudah tenggelam kedasar laut. Dan memang diketahui, saat itu kondisi cuaca tengah hujan lebat.

“Kalau penuturan kawan-kawannya yang saat itu mencari ubur-ubur bersama korban, secara tiba-tiba petir menyambar tubuh korban dan terpental. Kawannya terus melakukan pencarian disekitar lokasi korban terjatuh dan salah seorang temannya berinisiatif memberikan kabar kepada pihak keluarga dan masyarakat setempat. Yang pastinya kabar duka tersebut langsung membuat keluarga shock. Dan pada Jumat (27/5/2016), masyarakat, keluarga dan aparat kecamatan membantu pencarian korban. Kemudian, pihak kecamatan memberikan informasi kepada kami, Sabtu paginya (28/5/2016), kami langsung turunkan tim Basarnas untuk melakukan pencarian keberadaan korban,” kata Ovi.

Dia menambahkan, pihak BPBD Tanggamus bersama tim Basarnas akan terus melakukan pencarian korban hingga dengan batas waktu yang ditentukan dan sesuai dengan prosedur pencarian orang hilang atau tenggelam. Dan dengan semaksimal mungkin, tim akan melakukan penelusuran kebeberapa lokasi pantai yang tidak jauh dari titik dimana tubuh korban tenggelam.

“Kita terus melakukan pencarian dengan semaksimal mungkin, untuk menemukan jasad korban. Kita telusuri garis pantai dari titik dimana korban terpental, karena kan bisa saja terbawa harus bermeter meter dari lokasi awal. Mangkanya kita melakukan penelusuran di seputar lokasi. Mudah-mudahan bisa segera ditemukan,” ujarnya.

Ovi juga menghimbau kepada seluruh nelayan, untuk sekiranya melihat kondisi cuaca terlebih dahulu. Bilamana tidak memungkinkan untuk melaut, seperti sedang hujan lebat, angin kencang dan gelombang pasang, agar rehat sejenak dari aktifitas melautnya. Karena bila dipaksakan akan mendatangkan resiko yang bahaya bagi keselamatan.”Keselamatan adalah nomor satu dalam bekerja. Jadi kalau mau melaut, ya lihat cuaca dulu. Apakah bersahabat atau tidak, jika sedang tidak bersahabat maka jangan paksakan untuk melaut,” imbuhnya (Ron/Mar)