Harianpilar.com, Mesuji – Sekertaris Daerah (Sekda) Mesuji Ir. Rizal Fauzi nampaknya tak mau kecolongan saat pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Mesuji yang tenggah dilaksanakan. Hal itu, terkait banyaknya isu kebocoran kunci jawaban saat pelaksanaan UN tingkat SMP/Mts.
Rizal menggatakan, untuk memastikan dihari ketiga pelaksanaan UN tidak ada kebocoran kunci jawaban, maka pihaknya melakukan peninjauan dan pengecekan di posko UN dan sekolah-sekolah secara langsung. Langkah ini dilakukan taklain untuk menepis adanya isu tersebut yang beredar luas saat pelaksanaan UN.
“Kita tidak mau kelulusan siswa-siswi tingkat SMP/MTs ini tidak murni akibat kecurangan yang dilakukan oleh oknum. Maka itu, kita langsung melakukan peninjauan langsung ke sekolah-sekolah dan posko UN. Sebab, bila tidak diantisipasi, maka dikhawatirkan terjadinya kebocoran kunci jawaban pelaksanaan UN tingkat SMP/MTs sederajat,”tegas Rizal, Rabu (11/5/2016).
Dikatakan Rizal, banyaknya isu yang beredar tentang kebocoran kunci jawaban dikalangan siswa-siswi yang tenggah mengikuti UN tentunya membuat semua kalangan menjadi resah. Karena, kunci jawaban tersebut bukan memberi motipasi terhadap generasi penerus melainkan membuat bodoh siswa itu sendiri karena hasil yang diproleh tidak murni.
“Kita tidak mau siswa-siswi ini lulus disebabkan nyontek hasil kunci jawaban dan ini juga menjadi ancaman bagi generasi penerus kita. Sebab, bukannya siswa – siswi menjadi pintar malah menjadi bodoh. Kita inginkan siswa-siswi ini lulus dengan hasil yang sempurna tanpa mengandalkan kunci jawaban tetapi dengan kepandaian atau kepintaran siswa itu sendiri,”papar Rizal yang didampingi Kepala Inspektorat Mesuji Supratomo.
Lebih dalam dipaparkan Rizal Fauzi, dari hasil pemantauan yang dilakukan di hari ketiga UN tingkat SMP ini tidak ada kendala, termasuk bocoran kunci jawaban soal yang berkembang. “Hasil pemantauan dan tinjauan langsung tidak ada kendala termasuk isu yang beredar adanya kebocoran kunci jawaban saat pelaksanaan UN,”imbuhnya.
Yang jelas lanjut Rizal, kita berharap siswa-siswi yang tenggah melaksanakan UN diharapkan fokus dengan mata pelajarannya. Jangan berpaku kepada kunci jawaban yang diberikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Sebab, dapa menjerumuskan diri sendiri apabila kunci jawaban yang beredar tidak murni.
“Jangan terpaku kepada kunci jawaban yang beredar karena belum tentu itu benar. Bila salah maka otomatis siswa itu tidak lulus. Untuk itu, diharapkan siswa-siswi dapat mengikuti UN dengan hasil yang diprolehnya sendiri,”harapnya.
Sementara saat ditanya dari hasil peninjauan apakah ada siswa – siswi yang tersandung masalah hukum yang tetap mengikuti UN, dengan tegas Rizal, mengatakan untuk kabupaten mesuji tidak ada siswa atau siswi yang tersandung masalah hukum.
“Tidak ada siswa yang tersandung masalah seperti dikota-kota besar lainnya. Tetapi yang ada hanyalah siswa yang putus sekolah,”tukasnya.
Hal senada ditegaskan Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mesuji Iklas Setia, hingga memasuki hari ketiga UN, belum ada laporan dari sekolah baik SMP maupun MTs yang siswa-siswinya tersandung masalah hukum tetapi ada sekitar 43, Siswa yang tidak ikut UN.
“Tidak ada siswa yang terjerat masalah hukum, tetapi hanya ada sekitar 43 siswa yang tidak ikut UN lantaran sakit, izin dan putus sekolah atau pindah. Yang jelas sampai hari ketiga baru 43 siswa yang tidak ikut UN. Namun, bila ada siswa yang ingin ikut UN susulan lantaran sakit tentunya akan dibuat jadwal tersendiri,”singkatnya. (Sandri/Mar)









