Harianpilar.com, Bandarlampung – Guna memastikan apakah jasad korban mutilasi yang ditemukan di Desa Tanjung Kemala, Martapura, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Sumatera Selatan, merupakan jasad Anggota DPRD Kota Bandarlampung Muhammad Pansor, Polda Lampung mengaku sudah mengambil sempel DNA keluarga Pansor.
Terkait laporan hilangnya anggota DPRD Kota Bandarlampung M Pansor, Polda Lampung mengaku sudah membentuk tim khusus gabungan antara Polda Lampung dengan Polda Sumatera Selatan.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Kombes Zarialdi menegaskan, jika pengambilan sampel DNA keluarga Pansor ini guna mengidentifikasi kecocokan DNA korban.
“Sudah ada pengambilan sampel dari keluarga korban kemarin, tetapi karena ada yang kurang, maka hari ini ngambil lagi. Sudah dikirim ke laboratorium forensik Mabes Polri untuk dicek kembali,” ungkapnya, saat dihubungi via telepon, Selasa (10/5/2016).
Dijelaskannya, terkait pengambilan sampel DNA, bisa dari rambut atau darah dan hasil tes DNA ini diperlukan waktu dua minggu untuk memastikan kecocokan DNA korban.
“Sampel yang ambil saya tidak tahu, bisa jadi rambut, atau darah. Saya tidak tahu pasti namun sampel pasti akan diambil dari keluarga, seperti anak kandung dan adik korban, dan untuk mengetahui hasil identifikasi DNA dibutuhkan waktu kira-kira dua minggu ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, terkait laporan hilangnay Pansor, masih dalam tahap penyelidikan, sejauh ini belum ada titik terang. “Sudah ada upaya mengumpulan informasi dan meminta keterangan sejumlah saksi, keluarga dan di lingkungan dewan Kota Bandarlampung, namun masih belum menemui titik terangnya, kami akan terus berupaya semaksimal mungkin,” pungkasnya
Zarialdi menambahkan, terkait kendaraan yang digunakan Pansor saat meninggalkan rumah masih tahap penyelidikan. “Termasuk ponsel yang digunakan sampai saat ini kami masih upayakan mendeteksi ponselnya dan dalam kasus ini pula kami telah membentuk tim khusus. Kami telah membentuk tim gabungan Polda Lampung dan Polda Sumatera Selatan dalam upaya pencarian korban, kami juga terus berkoordinasi dengan keluarga korban,” tutupnya. (Tomi/Juanda)









