Harianpilar.com, Bandarlampung – DPRD Provinsi Lampung akan melakukan evaluasi keuangan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Lampung. Khususnya Pendapatan daerah (PAD) melalui pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) pada Tahun 2016.
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung Noverisman Subing mengatakan, upaya ini dilakukan melihat adanya kepesimisan target pendapatan daerah melalui pajak BBNKB pada tahun 2016.
“Kita akan evaluasi keuangan Dispenda pada triwulan I 2016 ini,” kata Nover, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (8/5/2016).
Lebih jelas Nover mengatakan, jika pencapaian pajak tak sesuai tentu akan berdampak pada pembangunan. Tapi sebaliknya jika pajak bisa tercapai pasti daerah akan meningkat yang berarti kesejahteraan masyarakat pun meningkat.
Karena pajak mempunyai peranan yang sangat penting untuk kehidupan bernegara karena pajak merupakan sumber pendapatan negara dan pajak akan digunakan untuk membiayai APBD.
“Bulan Mei ini kami akan dalam undang dispenda untuk melakukan rapat dengar pendapat (hearing),” terangnya.
Sebelumnya Dispenda menyatakan, pada triwulan I 2016, memperkirakan pemasukan dari pajak BBNKB lebih rendah dari Tahun 2015. Bahkan, pada triwulan I 2016, Dispenda Lampung memperkirakan pemasukan dari pajak BBNKB lebih rendah dari Tahun 2015.
Kepala Dispenda Lampung Syaiful Dermawan menjelaskan, penyebab tidak tercapainya pajak BBNKB karena masih lesunya pembelian kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor di daerah-daerah.
“Kalau yang BBNKB itu kami pesimis. Kami lihat triwulan pertama itu situasi tidak jauh berbeda dengan tahun 2015. Bahkan mungkin akan lebih turun dibanding 2015. Pertama harga karet turun, harga sawit tidak stabil, itu berpengaruh terhadap pembelian motor. Masa boomingnya pembelian motor di pelosok-pelosok itu sudah lewat. Kalau dilihat dari status ekonomi untuk membeli kendaraan baru itu sudah pada tingkat jenuh,” kata Syaiful.
Syaiful menegaskan, untuk pajak kendaraan bermotor (PKB), optimis tercapai. “Seperti tahun lalu kami hanya nol koma sekian (tidak tercapai), tetapi sebenarnya tercapai. Hanya karena ada permasalahan teknis saja,” katanya.
Meski pesimis pajak BBNKB tidak tercapai, Dispenda tetap optimis pendapatan daerah secara keseluruhan di akhir Tahun 2016 nanti bisa tercapai. (Fitri/JJ)









