oleh

Pencurian Hewan Kembali Marak

Harianpilar.com, Pringsewu – Aksi pencurian hewan ternak dengan cara sadis lansung disembelih mulai kembali marak di wilayah Kabupaten Pringsewu. Kali ini, dua ekor sapi milik Tukiman (60) warga Dusun V, RT 02, Pekon Karangsari, Kecamatan Pagelaran raib dari kandangnya dibawa kawan pencuri sekira pukul 03.00 WIB, Kamis (21/4/2016) dini hari.

Kepala Pekon Karangsari, Supriyono saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya membenarkan berkaitan dengan ada dua ekor sapi yang terdiri dari babon dan anak yang dicuri, milik salah satu warganya yakni Tukiman. “Sekitar jam 6 pagi dipinggir jalan perbantaran antara Karangsari dan Gumukrejo tepat kebon albasia sekitar 3 km dari rumah korban. Jadi, warga Gumukrejo mau manen padi di sawah yang pertama kali menemukan sapi dipotong hanya disisakan bagian kerangka tulang, jeroaan dan kepala ,”ucapnya.

Menurut dia, bahwa korban Tukiman mengetahui dua ekor sapi hilang saat akan memberikan makan sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.  “Yang jelas tadi orangnya saya tanya langsung jam 3 subuh itu mau ngasih makan lihat kandang sapi  sudah tidak ada. Diperkiraan jam 2-an sapi dimalingnya, sayangnya korban juga tidak langsung lapor ke aparat pekon malah mencarinya sendiri,”ucapnya.

Dikatakan Supriyono, bahwa sekitar beberapa bulan yang lalu juga ada kejadian pencurian hewan ternak diwilayah pekon belum tertangkap. “Padalah, saya sudah sering kali menyampaikan kepada warga masyarakat untuk siskampling dan limas juga sudah dibentuk, termasuk pos penjaga dimasing-masing dusun juga ada 2. Harapan saya warga masyarakat yang belum terjadi yaa harus sama-sama membantu,” ucapnya,

Karena lanjut Supriyono, bahwa wilayah pekon Karangsari sangat luas. “Jadinya tidak hanya cukup bayan RT dan kepala pekon untuk menjaga karangsari supaya aman. Artinya peranserta masyarakat diutamakan demi keamanan bersama,”harapnya.

Akibat dua ekor sapi milik Tukiman yang hilang dicuri kerugian sekitar Rp 20 jutaan. Bahkan korban juga lansung melaporkan ke Mapolsek Pagelaran.

Selain dua ekor sapi milik Tukiman untuk diketahui, sejak dari Januari hingga April 2016 ini sudah 5 kali ini peristiwa pencurian sapi/kerbau.

Modus yang dilakukan pun sama dengan cara memotongnya di tempat. Senin (18/1/2016) kemarin, seekor sapi betina milik Wondo (50) warga Pekon Gemahripah, Kecamatan Pagelaran didapati tersisa jeroan dan kepala di lapangan Blitar Pekon Patoman.

Pencurian hewan ternak sapi/kerbau dengan cara disembelih ditempat terjadi lagi di Kabupaten Pringsewu, Rabu (17/2/2016) lalu dialami warga RT 03 RW 03 Pekon Sukorejo, Kecamatan Pardasuka Ngadenar dan Untung.

Naas dua kerbau ini telah ditemukan tersisa tulang dan kepala di pinggir jalan menuju Pekon Babakkan, Kecamatan Bulok Kabupaten Tanggamus. Korban ditafsir saat itu merugi hingga Rp 25 juta.

Empat hari sebelumnya, Sabtu (13/2/2016) lalu pencurian hewan ternak sapi/kerbau juga dialami Romli (60) warga Dusun IV, Pekon Bumiarum, Kecamatan Pringsewu. Sapi Romli ditemukan juga dengan kondisi terpotong di dekat Sungai Wismo yang berbatasan antara Bumi Arum-Fajaresuk. Saat itu korban ditafsir merugi hingga Rp 10 juta.

Terakhir, Senin (21/2/2016) ini yang dialami oleh Gunawan (35) warga Fajaresuk Kecamatan Pringsewu yang ditafsir kerugiannya hingga Rp 12 juta atas sapi betina yang sedang hamil tujuh bulan hilang. (Sahirun/Mar)