Harianpilar.com, Lampung Utara – Terkait beredarnya Short Message Service (sms) gelap dan isu pemotongan uang bantuan program keluarga harapan (PKH), Lurah Kelurahan Kotabumi Udik Desputra Admi mengklarifikasi berita tersebut, Kamis (21/4/2016).
Desputra Adami mengatakan beredarnya isu ataupun sms gelap yang menyatakan adanya dugaan pemotongan uang bantuan PKH yang dilakukan oleh aparatur kelurahan yaitu ketua lingkungan (LK) dan rukun tetangga (RT) tidaklah benar. “Itu hanya isu. Mungkin untuk menjatuhkan nama baik saya sebagai lurah dan perangkat di bawah,” kata dia.
Dia mengkritik pendamping PKH Kotabumi Udik, karena tidak kordinasi kepada perangkat aparatur kelurahan. “Pendamping PKH masuk tanpa premisi ke kepala LK dan RK setempat,” jelasnya.
Desputra mengharapkan kedepannya pendamping PKH bisa saling koordinasi kepada perangkat yang ada di kelurahan agar tidak adanya kesalah pahaman mengenai bantuan dana tersebut.
Di tempat yang sama koordinator pendamping PKH Kecamatan Kotabumi Ricardo mengatakan mengenai beredarnya isu adanya dugaan pemotongan bantuan PKH yang disinyalir dilakukan aparat kelurahan hanyalah sebuah kejahatan yang tak bertanggung jawab dari orang yang ingin menjatuhkan.
“Isu yang beredar itu tidak benar dan tak ada pemotongan atau disunat untuk diberikan kepada perangkat LK dan RT, dan kami tidak pernah melakukan potongan bantuan tersebut,” jelasnya.
Terkait dengan kurang koordinasi Ricardo mengapresiasi tanggapan lurah dan meminta maaf kepada perangkat yang ada dilingkungan dan lurah. Kedepan akan diperbaiki persoalan lemahnya koordinasi tersebut,” ujar dia.
Dari pantauan di lokasi Kelurahan Kotabumi Udik, puluhan warga setempat menandatangani surat peryataan bawasanya tidak pernah ada pemotonga sejumlah uang yang disaksikan Lurah Kelurahan Kotabumi Udik dan pendamping PKH Kotabumi Udik Mirdan. (Iswant/Yoan)









