oleh

Ridho Akan Bahas Kerjasama Pangan Dengan Ahok

Harianpilar.com, Bandarlampung – Dijadwalkan, Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo akan adakan pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Kamis (21/4/2016). Pertemuan tersebut sebagai tindak lanjut kerjasama antara Pemerintah DKI dan Pemerintah Provinsi Lampung untuk memenuhui kebutuhan pangan ke Jakarta.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Arinal Junaidi mengatakan,, Pemprov Lampung saat ini terus membangun, terutama di sektor pertanian sehingga dapat menerima Memorandum of Understanding (MoU) dengan DKI Jakarta pada beberapa bulan lalu.

“Sehingga dalam MoU ini kita harapkan produksi pertanian yang membawa investasi tersebut akan lebih mengutamakan penumbuhan ekonomi dan petani akan meningkat pendapatannya,” katanya di gedung DPRD Provinsi Lampung, Selasa (19/4/2016).

Nantinya terdapat tiga komoditi bahan pangan yang akan disalurkan Pemprov Lampung ke DKI Jakarta, yakni komoditi sapi, ayam potong, dan beras, yang diperkirakan bernilai investasi hingga 1,5 triliun rupiah.

Lebih lanjut Arinal menjelaskan, tidak adanya lahan pertanian dan peternakan pada DKI Jakarta, mendorong mereka untuk melakukan kerja sama tersebut yang akan memberi keuntungan bagi Provinsi Lampung sendiri.

“Mereka ingin continueitas kualitas, karena mereka tidak memiliki lahan di bidang pertanian, oleh karena itu mereka sebagai konsumen dan kita sebagai produsen mempunyai lahan dan petani, potensi itulah yang akan kita jual ke mereka, juga harus ada perubahan pada petani dan peternak, sehingga apabila ini dijalankan di sana dengan continueitas kualitas dan di sini dengan peningkatan produksi,” jelasnya.

Pemprov DKI Jakarta rata-rata membutuhkan lebih kurang 40% untuk pantuan pangan tersebut, dan tentunya Lampung harus ciptakan unit processing di masing-masing kabupaten sampai kecamatan yang berpotensi dalam produksi padi.

Lanjut Arinal, terdapat sebelas komoditi lain yang rencananya ikut disalurkan ke Jakarta seperti ikan, udang, kelapa, buah-buahan dan lainnya, namun hal tersebut belum masuk dalam preoritas utama dan dirinya tidak ada kehawatiran jika Lampung sendiri kekurangan beras, karena telah swasembada pangan. (Fitri/JJ)