oleh

RSUAM Kekurangan Dokter Spesialis

Harianpilar.com ,Bandarlampung – Jumlah tenaga dokter spesialis yang ada di Provinsi Lampung hingga saat ini masih terbilang sedikit. Minimnya jumlah tenaga medis spesifik disebabkan rendahnya minat para dokter yang ingin mengabdikan dirinya di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moloek (RSUDAM).

Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo mengatakan, Pemprov Lampung telah berusaha untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis.

“Memang jumlahnya masih kurang, tapi kami coba untuk terus melakukan rekrutmen tenaga dokter spesialis,” jelasnya di Balai Keratun, Selasa (12/4/2016).

Tapi masalah kekurangan tenaga medis ini tidak hanya di Lampung saja.

“Ya, masalah ini juga terjadi dibeberapa provinsi lain, yang cukup kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis yang siap ditugaskan dikhususnya yang mengabdi di RS milik pemerintah,” terangnya.

Lebih lanjut orang nomor satu di Lampung itu juga mengatakan, pihaknya mengaku sudah sudah meminta sejumlah fakultas kedokteran untuk ikut berperan dalam pemerataan jumlah tenaga dokter, khususnya di kota/kabupaten.

Terpisah Kepala Sub Bagian Humas RSUDAM Akhmad Sapri mengatakan, kurangnya tenaga dokter spesialis menjadi permasalahan utama yang ada di RSUDAM.

Meski masih minimnya tenaga medis saat ini RSUDAM juga sedang memprioritaskan program utama RSUDAM adalah pembenahan ruang kelas III, terutama dalam pelayanan pasien.” Cuma, yang utama adalah dokter spesialis. Karena kan rumah sakit ini sebenarnya andalannya adalah dokter spesialis,” jelasnya.

RSUDAM tidak bisa menolak pasien. Penolakan pasien sangat riskan karena dapat menimbulkan permasalahan baru. Karena itulah RSUDAM tetap menerima pasien. Namun, ada kendala lain yang dihadapi. Yaitu kurangnya tenaga paramedis, terutama dokter spesialis.

Selain itu RSUDAM berusaha memberikan pelayanan terbaiknya terhadap pasien.”Kita berusaha membuat pelayanan terutama kelas III diharapkan bisa lebih baik, kita berusaha membuat pelayanan yang sama, jangan sampai ada keluhan dari pasien karena kurang ramah para perawat dalam melayani pasien, baik perawat maupun dokter bila ada laporan dari keluarga pasien yang kurang baik kita akan langsung tindak tegas,” ujarnya. (Fitri/JJ)