Harianpilar.com, Bandarlampung – Target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Lampung harus ditunjang oleh berbagai aspek, baik infrastruktur agar mampu mengundang banyak para investasi yang datang selain itu keamanan juga saat ini menjadi kunci utama.
Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Lampung Joko Santoso mengatakan, Pemprov harus menyiapkan infrastruktur sebaik mungkin agar mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi.
Saat ini cukup baik karena sudah ada beberapa para investor yang datang seperti: PT. Shenhua asal Beijing, Malaysia dan beberapa negara lain yang datang ke Lampung berniat meningkatkan investasinya.
“Terkait banyaknya para investor yang melirik Provinsi Lampung untuk mengajak kerjasama, akan lebih baik kalau infrastruktur dan SDM-nya kita persiapkan sebaik mungkin, karena ini akan berdampak baik terhadap pertumbuhan ekonomi Lampung,” katanya saat dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (9/4/2016).
Kendati begitu politisi dari partai PAN ini berharap, agar Pemprov harusmempertimbangkan berbagai aspek terkait investasi tersebut.
“Jadi, kalau positif, kita menyambut baik, kita dukung,” katanya.
Joko menambahkan, selain infrastruktur, hal lain yang harus dipersiapkan Pemprov Lampung untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yakni dengan menyediakan database potensi investasi. Investasi yang ditanamkan harus mengungtungkan kedua belah pihak.
“Jadi kerja sama dan MoU-nya dibicarakan kedua belah pihak, yang pentingkan menguntungkan untuk kedua-duanya. Bisa membantu kesejahteraan di Lampung, terutama bisa mengurangi pengangguran khususnya masyarakat yang ada di Lampung,” terangnya.
Sebelumnya Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPM-PPT) Lampung Mohammad Arifin mengatakan, saat ini Provinsi Lampung sudah mencapai dan melampaui target, karena selain sudah ada investasi baru dalam penanaman modal.
Arifin menyebutkan, investasi terbesar pada sektor industri logam dasar mesin dan elektonik 30persen, industri makanan 18persen, listrik gas dan air 17persen, industri kimia dan farmasi 16persen dan perikanan 11persen.
Pemprov Lampung memang harus memanfaatkan peluang tingginya minat investasi yang ada saat ini.” Saat ini investasi tertinggi dari pemodal luar negeri, meski besarnya investasi yang masuk tidak mempengaruhi dengan kemajuan UKM atau usaha lain,” jelasnya. (Fitri/JJ)









