oleh

Pelabuhan Bakauheni Lumpuh Total

Harianpilar.com, Lampung Selatan – Penerapan biaya masuk Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni yang mulai diterapkan Kamis (7/4/2016) sebesar Rp11 ribu, menimbulkan gejolak di lingkungan pelabuhan. Malam, sekitar pukul 19.00 ratusan massa yang terdiri dari  pengurus penyeberangan,  tukang ojek,  para pedagang asongan dan masyarakat sekitar, menggelar aksi demo di Pelabuhan Bakauheni, sebagai bentuk penolakan biaya masuk tersebut. Akibatnya, jalur utama masuk Pelabuhan Bakauheni hingga 5 KM macet total, akibat antrian panjang kendaraan.

Menurut Hendra warga Pasar Bakauheni, adanya penerapan biaya masuk yang dikenakan sebesar Rp11 ribu, bagi siapa saja yang ingin masuk pelabuhan tersebut sangat memberatkan para pengurus penyeberangan, tukang ojek,  serta para pedagang asongan, pasalnya tidak hanya satu kali dikenai biaya Rp11 ribu, tetapi setiap masuk pelabuhan harus mengeluarkan uang.

“Peraturan itu diterapkan oleh perusahaan mata pensil bukan oleh pihak ASDP Bakauheni,” katanya saat duhubungi melalui telpon selulernya, Kamis (7/4/2016) malam.

Dia juga menambahkan,  hingga saat ini pukul 21.30 beberapa para perwakilan baik dari perwakilan pengurus penyebrangan atau tukang ojek dan pedagang asongan masih melakukan pembicaraan dengan pihak ASDP.

Para pengunjuk rasa tersebut berharap agar untuk tukang ojek,  pengurus penyeberangan dan pedagang asongan diberi tanda pengenal sehingga tidak memberatkan mereka.

“Hingga saat ini kemacetan kendaraan masih terjadi mas,  karena belum ada kesepakatan antara para pengunjukrasa dengan pihak ASDP atau pihak perusahaan Mata Pensil tersebut, ” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan baik dari pihak ASDP ataupun pihak Perusahaan Mata Pensil belum dapat dihubungi. (Saipul/Juanda)