oleh

Nenek 90 Tahun, Tewas Gantung Diri

Harianpilar.com, Pringsewu – Warga Pekon Sidoharjo Kecamatan Pringsewu, Rabu (6/4/2016) dini hari, digegerkan dengan tewasnya seorang nenek dengan cara mengantungkan diri di atas palang pintu rumahnya. Nenek yang akrab disapa Mbah Simur (90 tahun), warga RT 07 Pekon Sidoharjo, Kecamatan Pringsewu, diduga nekad mengakhiri hidupnya karena penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh.

Mbah Simur yang sudah sakit-sakitkan dan tak kunjung sembuh itu, selama ini hidup bersama anak dan cucunya. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (6/4/2016) dini hari itu, tak ada yang mengetahui kejadian itu kecuali pagi hari ditemukan sudah tergantung.

Menurut cucunya Ari, diperkirakan neneknya gantung diri sekitar pukul 05.00 WIB, ketika dia akan ke kamar kecil. Saat melintasi kamar neneknya, Mbah Simur sudah  menggantung di pintu kamar.

Kemudian Ari membangunkan keluarga lainnya, juga para tetangga yang mendengar langsung berbondong-bondong ingin melihat secara langsung kondisi Mbah Simur.

Pagi harinya Kepolisian Polsek Pringsewu yang dihubungi warga langsung datang ke lokasi rumah ke diaman mbah Simur, pagi itu juga beberapa anggota polisi dipimpin Kapolsek setempat datang ke tempat kejadian untuk mengindentifikasi.

Atas persetujuan pihak keluarga, pihak kepolisian membawa jenazah Mbah Simur ke rumah sakit untuk divisum, dan tak lama kemudian jenazah Mbah Simur dikembalikan lagi ke rumah duka.

Menurut keterangan keluarganya, hasil visum membuktikan Mbah Simur bunuh diri, atas kejadian ini pihak keluarga mengiklaskan kepergian neneknya dan hari ini juga (Rabu 6/4/2016), jenazah dikebumikan di pemakaman pekon setempat.

Terpisah, beberapa warga yang ditemui mengatakan, Mbah Simur dikenal ramah dengan siapapun, bahkan dengan keluarga besarnya juga berhubungan baik, tidak pernah terdengar ada keributan dan selalu hidup dengan rukun.

“Mbah Simur itu nenek yang baik dan ramah, tapi kok mengakhiri hidupnya dengan cara begini,” ujar tetangganya yang tidak berani menduga-duga penyebab bunuh diri tersebut. (Sahirun/Juanda)