oleh

Anggota Dewan Tak Serius Bahas Raperda KTR

Harianpilar.com, Pesawaran – Sebagian besar anggota DPRD Kabupaten Pesawaran tidak serus dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).  Pada rapat paripurna, Senin (4/4/2016) di DPRD setempat banyak anggota dewan yang bermain handphone (HP), ngobrol, tiduran bahkan ada merokok di luar pada saat sidang berlangsung.

Mereka adalah: Harto Susanto, Hj. Tati, Vita Sahara, H. Khalid Hartanto, Rohimah Rohman, Rika Arianti, Supriyadi, Hipni, Hijriyah Wilandari, Yusak, Roliyansah dan masih banyak yang lainnya. Mereka tidak serius menyimak penyampaian pandangan fraksi-fraksi.

Fraksi PPP-Nurani, misalnya. Dalam pandangan umum yang disampaikan Rosdo Yunilam menilai KTR diperlukan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Terutama di area tertentu, seperti di tempat kesehatan, pendidikan, dan pelayanan umum.

“Hal ini perlu dilakukan demi menjaga kesehatan masyarakat Pesawaran, khususnya anak-anak. Karena perokok pasif lebih rentan dari pada perokok aktif,” ujarnya.

Sedangkan Fraksi PAN DPRD, menurut anggotanya, Farifki Zulkarnaen mengatakan untuk meningkatkan penangulangan bahaya merokok, diperlukan suatu aturan. “Kami mendukung Raperda KTR agar dapat menekankan pertumbuhan perokok, khususnya perokok pemula yang saat ini sudah tidak bisa dibendung lagi, terutama anak-anak,” katanya.

Pemerintah daerah, dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat, untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera tanpa asap rokok. “Dengan pihak legeslatif, pihak eksekutif diharapkan berkoordinasi menetapkan kawasan tanpa rokok dan secepatnya terbentuk Perda tentang KTR,” ungkapnya.

Wakil Bupati Pesawaran, Eriawan dlam tanggapannya dukungan pandangan fraksi-fraksi DPRD menjadi acuan dalam merumuskan Raperda KTR. “Kami segara melaporkan kepada pihak DPRD agar Perda KTR disahkan,” ucapnya. (Mar)