oleh

Revitalisasi Ala Gubernur

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berencana melakukan revitalisasi dua kawasan olahraga yang ada di Bandarlampung yakni Lapangan Enggal dan Stadion Pahoman. Upaya merevitalisasi dua kawasan itu sejalan dengan program Gubernur Lampung yang ingin mendongkrak prestasi olahraga serta mendorong perkembangan dunia usaha.

Karena itu juga Tim Asistensi dan Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Provinsi Lampung mensinergikan kedua tujuan itu dengan melakukan pembenahan dan penataan agar kedua kawasan menjadi tempat olahraga sekaligus menjadi kawasan bisnis yang terintegrasi. (harianpilar.com/30-03-2016).

“Wah bagus itu wacana Revitalisasi ala Gubernur, agar Kawasan Enggal dan Stadion Pahoman yang terletak di daerah strategis itu lebih bermanfaat. Selama ini pemanfaatan kedua kawasan itu memang belum maksimal. Tapi balik lagi ini baru wacana,” cetus Kajong pesimis.

“Husst… jangan asal ngomong kalau tidak paham. Upaya menggiatkan atau menghidupkan kembali (revitalisasi) kawasan Enggal dan Stadion Pahoman itu bukan cuma wacana. Gubernur Lampung M Ridho Ficardo melalui satuan kerja terkait juga sudah menyediakan anggaran untuk melakukan berbagai program itu,” tegas Tamong.

“Bahkan untuk pengembangan kolam renang Pahoman saja Pemprov Lampung sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp3,7 Miliar. Artinya Revitalisasi ala Gubernur Lampung itu tidak hanya wacana, tapi memang sudah dilakukan setahap demi setahap,”

“Nah kita sebagai masyarakat perlu mendukung itu. Bentuk dukungan itu macam-macam, misalnya membantu mengawasi pelaksanaan program itu. Jika ada yang salah disampaikan biar cepat diperbaiki,”

“Anggaran yang disiapkan boleh besar. Tapi apa sudah dihitung seperti apa hasilnya nanti? Jangan sampai anggaran besar digelontorkan untuk revitalisasi dua kawasan itu jadi sia-sia,” sergah Kajong.

“Pemerintah pasti sudah memiliki masterplan pembangunan Lampung, termasuk didalamnya upaya revitalisasi dua kawasan itu. Artinya pemerintah sudah memiliki tujuan apa yang hendak dicapai dari setiap programnya,” terang Tamong.

“Iya, tapi apa sebanding tujuan yang dicapai itu dengan besarnya anggaran yang dikucurkan,” tanya Kajong.

“Hasil dari sebuah pembangunan tidak melulu harus uang. Tujuan sosial dari sebuah pembangunan justru tidak ternilai,” Tamong menerangkan.

“Misalnya, Stadion Pahoman setelah direvitalisasi menjadi kawasan terbuka hijau, kawasan bisnis, dan kawasan olahraga. Maka ada aktifitas sosial dan ekonomi masyarakat disana. Masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan tempat bermain dan bersantai, bisa melakukan pertemuan-pertemuan bisnis di lokasi strategis, bisa berolahraga dengan fasilitas bagus,” tegas Tamong.

“Oke baiklah kalau begitu. Ayo kita berenang di Stadion Pahoman,” ajak Kajong sambil menenteng baju renang model bekini.

“Malu sama kulit. Pakai bekini dengan kulit keriput, enggak banget,” tutup Tamong. (*)