oleh

FKIP Unila Gelar Seminar Penguatan Wisata

Harianpilar.com, Bandarlampung – Fakultas Kejuruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unila, Rabu (30/3/2016) menggelar seminar nasional yang bertemakan Penguatan Budaya Lokal dalam Menunjang Promosi Wisata Nasional dan Internasional.

Kegiatan yang digelar di Aula Gedung FKIP Unila itu menghadirkan Ketua Umum Ikadbudi (Ikatan Dosen Budaya Indonesia)Pusat Sutriana Wibawa dan Sekertaris Umum Suwardi Edraswara.  Selain memberikan dukungan, Ketum Ikadbudi juga sekaligus  mengukuhkan kepengurusan Ikadbudi Komisariat Lampung, masa bakti 2016-2017.

Rektor Unila,  Prof.Dr.ir.Hasriadi Mat Akin,M.P dalam sambutannya mengatakan pengukuhan para pengurus Ikadbudi Provinsi Lampung ini diharapkan dapat mendorong promosi budaya dan pariwisata di Lampung.

Selain itu, pengukuhan kepengurusan IKADBUDI ini juga merupakan salah satu langkah Unila untuk mendirikan fakultas ilmu budaya nantinya.

“Kami siap memfasilitasi para dosen yang berminat melakukan kajian dan penelitian tentang budaya sehingga budaya di Lampung dapat terus berkembang, tinggal bilang saja yang mau belajar mengembangkan budaya , insya Allah Unila siap untuk mendanai,” ujarnya.

Hasriadi juga menambahkan,   budaya memang sudah menjadi kebanggaan tersendiri bagi citra dan jati diri suatu daerah. Bahkan, tidak ada daerah di Indonesia yang selengkap budaya Lampung.

“Oleh karena itu, budaya di Lampung perlu dipromosikan dan dikembangkan baik di tingkat nasional maupun  internasional, Banyak orang luar belajar budaya Lampung di Unila. Mereka mempelajari gamolan, tapis, dan lain-lain. Kalau mau belajar teknologi, memang tidak di Lampung, melainkan ke luar negeri. Namun, jika kita bicara budaya, Lampung lah tempatnya,” tambahnya.

Sementara itu Suwardi mengatakan prospek Lampung untuk menjadi pusat wisata sastra dan budaya sangat lah  besar, apalagi jika wisata budaya ini dipadukan dengan wisata alam. Saat ini di Lampung juga berkembang komunitas-komunitas sastra, organisasi, serta lembaga budaya tingkat lokal. Ini membutuhkan dukungan dari perguruan tinggi dengan mendirikan jurusan sastra dan budaya.

“Eksplorasi sastra dan budaya dapat dilakukan di objek wisata alam. Jika dikemas dengan baik, ini akan meningkatkan nilai jual wisata lokal seperti wisata air terjun putri malu di Waykanan yang banyak dikunjungi para pencinta alam,” papar Suwardi.

Suwardi juga mengatakan,  mengelola budaya dalam paket pariwisata masih jarang dilakukan. Ini merupakan gagasan dan inovasi baru yang menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Lampung.

Direktur Pascasarjana IAIN Raden Intan, A Fauzie Nurdin, yang juga menjadi pembicara seminar mengatakan Lampung tidak hanya memiliki kekayaan budaya, tetapi juga sistem nilai, norma adat istiadat, bahasa, dan aksara yang dapat dikembangkan.

“Sekarang masyarakat mulai memiliki kesadaran pentingnya budaya lokal dalam kehidupan dan pembangunan daerah, termasuk wisata nasional dan internasional. Ya, meski pengelolaannya belum maksimal,” tegasnya. (Ramona/JJ)