Harianpilar.com, Tanggamus – Niswa Nafisa (5), putri kedua dari pasangan dari Suh Tekan (36) dan Purwanti (35) warga Pekon Argopeni, Kecamatan Sumberejo, Tanggamus, terbaring lemah di ruang perawatan anak, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotaagung lantaran menderita penyakit anemia jenis thalasemia.
Balita dengan perawakan tubuh gembul tersebut, harus selalu menjalani transfusi darah. Dimana untuk satu kali transfusi, membutuhkan satu sampai dengan dua kantong darah tergantung dengan Hemoglobine (Hb). Jika dibawah standar yakni 10-9 Hb, harus segera menjalani transfusi darah. Namun, beruntung, sang anak selalu mendapatkan bantuan donor darah dari orang-orang yang memiliki darah dengan golongan ‘O’.
Menurut Nuh, putri bungsunya diketahui menderita penyakit thalasemia pada waktu usinya 5 bulan. Wakt itu dia membawa buah hatinya ke dokter spesialis anak di Pringsewu, lantaran wajah putrinya pucat, tidak mau makan, sering muntah dan enggan untuk beraktifitas seperti biasanya. Padahal, tipikel adik dari Kamelia Anasa (7) adalah anak yang ceria dan aktif.
Akan tetapi, keceriaannya itu hilang saat balita perempuan itu menderita penyakit thalasemia. “Saat periksa saya tentu terkejut mengetahui anak saya menderita thalasemia. Ya, mau bagaimana mas, kita sebagai orang tua melakukan segala macam cara untuk kesembuhan putri bungsu kami ini,” kata Suh, saat disambangi di ruang anak RSUD Kotaagung, Selasa (29/3/2016).
Suh menjelaskan, sebelumnya pernah menjalani transfusi darah di RSUD Pringsewu sebanyak dua kali, lantaran mengunakan fasilitas umum, maka dirinya (Suh, Red) yang notabene bekerja sebagai serabutan tidak kuasa menanggung biaya perobatan. Maka dari itu, Suh meminta tolong kepada kepala pekon (Kakon) setempat untuk menggunakan Jamkesmas dan menjalani rawat inap di RSUD Kotaagung.
“Alhamdulillah tidak lama, kita sudah bisa menggunakan Jamkesmas. Dan menjalani transfusi darah sebelum akhirnya dirawat inap seperti sekarang ini tanpa mengeluarkan biaya. Jika HB-nya Kita sudah normal diperbolehkan pulang, jika belum normal, ya tidak boleh pulang.
Sementara itu, Direktur RSUD Kotaagung Dirhamsyah Rivai menjelaskan, penyakit thalasemia disebabkan lantaran tidak sempurnanya pembentukan sel darah merah, yang mana seharusnya sel darah merah diproduksi selama 120 hari. Tapi penderita thalasemia kurang dari itu, dan akhirnya kalah dengan sel darah putih. Dan penderita thalasemia ini memang harus menjalani transfusi darah secara teratur. (Ron/Mar)









