oleh

Mati Lampu, Ancam Pelaksanaan UNBK

Harianpilar.com, Bandarlampung – Sejumlah sekolah yang akan menggelar UN Berbasis Komputer (UNBK) 2016 akan berlangsung 4 April mendatang, mengkhawatirkan pelayanan PLN terkaitnya musim mati lampu, yang bisa menghambat pelaksanaan UNBK.

Wakil Kepala Sekolah (Wakesek) SMAN 2 Bandarampung Ato Suharto mengaku khawatir atas pelayanan PLN pada pelaksanaan UNBK, padahal pihak sekolah sudah mempersiapkan seluruh perangkat computer yang akan dipergunakan dalam UNBK.

“Dari komputer hingga jaringan internet sudah kami persiapkan sebelumnya,” ujar Ato, Senin (21/3/2016).

Menurut Ato, berhasil atau tidaknya pelaksanaan UNBK ini tergantung pelayanan PLN, memski demikian, pihak sekolah juga sudah menyiapkan jenset jika sewaktu-waktu mati lampu.

“Insyaallah kami menyiapkan jenset juga untuk CBT nanti, di Bandarlampung ini kan lagi krisis listrik jadi sering ada pemadaman tiap jamnya, takutnya nanti kan mengganggu siswa saat ujian,” ujarnya.

Menanggapi masalah tersebut, Dinas Pendidikan Kota Bandarlampung mengatakan pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin  persiapan dan kesiapan Sekolah dalam melaksanakan UN berbasis komputer ini.

“Sejauh ini kami sudah berupaya semaksimal mungkin mengenai persiapan yang bersifat teknis,” kata Kadisdik Suhendar, saat di hubungi via telepon.

Namun, jelasnya, UN berbasis komputer ini menuai kekhawatiran baik dari pihak sekolah maupun pihak Dinas Pendidikan sendiri, mengingat bencana mati Listrik yang saat ini sedang melanda Lampung.

“Tentu saja kami khawatir dan kami tidak bisa berbuat banyak mengenai masalah listrik,” tambahnya.

Saat ditanya terkait alternative atau pembatalan UN berbasis computer, Ia menambahkan jika pihaknya  sudah berupaya maksimal dalam pelaksaaan ujian.

“ Jika ada kendala dengan mati lampu PLN lah yang harus menjawab hal tersebut, karena mereka yang bertanggung jawab mengenai listrik sedangkan Pihak Dinas hanya bertanggung jawab pada teknis UN,” tegasnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, saat dikonfirmasi Humas PLN Ketut, terkesan enggan memberikan jawaban dan berkata sedang dalam perjalanan.

“Maaf ya saya sedang di perjalanan dan sedang menyetir mobil,” jawabnya. (Putri/Mona/JJ)