Harianpilar.com, BandarLampung – Kapolda Lampung, Brigjen Pol Ike Edwin gelar dialog dengan PWI Cabang Provinsi Lampung di Balai Wartawan Hi.Solfian Ahmad (PWI) Lampung, dengan tema “Kami Datang Menemui Anda”.Kegiatan ini turut dihadiri Akademisi Universitas Lampung DR. Eddy Rifa’I, dengan moderator Juniardi, serta audiensi dari kalangan pelajar, guru, media, LSM dan ormas, Selasa (15/3/2016).
Dalam rangkaian dialog tersebut ada beberapa catatan penting yang menjadi bahasan oleh Kapolda Lampung diantaranya, peran orang tua untuk lebih memperhatikan perilaku anak.
“Saat ini kondisi anak di Lampung sangat memprihatinkan, banyaknya informasi yang bisa didapat dengan mudah menjadi ancaman bagi fisikilogis anak bila tidak dapat memilah informasi tersebut,” ungkap Kapolda.
Menurutnya, dewasa ini narkoba sudah sangat mudah sampai kekalangan anak sekolah, seperti kejadian beberapa waktu lalu yang menjadi trending topik diberbagai media massa dan elektronik.
“Seorang anak berumur belasan tahun sudah berani membunuh teman sebayanya, cara pembunuhanya juga sadis, dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain inikan seharusnya bukan prilaku seorang anak pelajar dan terdidik,” jelasnya.
Oleh sebab itu hendaknya para orang tua dapat melakukan pengawasan lebih terhadap anaknya, baik pola pergaulan dan kebiasaan buruk dan pengaruh lingkungan “Cepat perhatikan perubahan anak, selalu ingatkan agar menghindari hal menyimpang, kadang hal ini yang menjadi dilema kita saat ini, tapi mau bagaimanapun fungsi kita sebagai orang tua harus lebih ketat untuk menghindari hal buruk,”tegasnya.
Kemudian Kapolda berpesan dan mengajak seluruh anak sekolah yang ada diruangan saat itu dan khususnya di lampung, untuk lebih mawas diri dan menjauhi narkoba, serta para guru untuk selalu peka dengan perilaku anak saat dalam pengawasanya yakni di sekolah.
“Orang tua, guru kalo bisa lebih intensif memberikan masukan positif terhadap anak, apalagi buat orang tua jangan sampai begitu anaknya sudah tertangkap narkoba baru menangis hal ini bisa kita cegah dari awal,”paparnya.
Selain itu Kapolda Lampung berpesan kepada para media untuk lebih bijak memberikan sajian informasi pada masyarakat dan jangan memprovokasi keadaan.
“Pesan saja kalo memberikan informasi jangan membesar-besarkan keadaan, misalnya antar oknum ribut dengan kasus pidana murni, tapi dijudulnya ditulis bentrok dan kerusuhan, itukan memancing masyarakat,” pungkasnya. (Putra)









