Harianpilar.com, Mesuji – Percanaan pembangunan Kantor Bupati dan Gedung DPRD Mesuji menui kritikan. Pasalnya, perencanaan yang dipaparkan oleh konsultan perencanaan kurang matang, bahkan menui kritikan baik dari Tim Teknis Unila maupun dari Bupati Mesuji.
Tidak hanya itu, perencanaan pembanggunan Kantor Bupati dan DPRD Mesuji yang dikerjakan oleh CV. Wahaya Mulya juga diminta tidak asal-asalan didalam membuat perencanaan, apalagi saat pemaparan kurang persiapan yang matang terlebih nyeleneh atau terkesan asal-asalan.
Ini terlihat saat pemaparan yang dilakukan oleh CV. Wahayana Mulya yang bertele-tele, sehingga membuat Sekertaris Daerah (Sekda) Mesuji Rizal Fauzin naik pitam. “Pemaparan seperti itu tentunya tidak ada habisnya. Seharusnya konsultan itu memberikan penjelasan yang matang, jangan ngalar-ngidul yang gak ada habisnya. Bila memang bangunan itu kurang, apa dan mana yang sudah dikerjakan dan apa yang dibutuhkan itu yang perlu dijalaskan,” cetus Sekda Rizal Fauzi, kemarin.
Takhanya itu Rizal Fuazi juga mempertanyakan apakah review esistensi dan gambar gedung itu yang terbaru atau yang lama. Karena yang disampaikan oleh pihak konsultan adalah gambar terlama, bukan review esistensi gambar baru yang telah ada perubahan sesuai yang telah disampaikan.
“Ini gambar yang lama, bukan gambar yang terbaru. Mana gambar yang telah diminta, kan banyak perubahan dan tambahan yang telah diminta serta yang sudah disampaikan bupati langsung,” cetus Rizal.
Terkuaknya kebobrokan kinerja konsultan atau DED atas nama CV. Wahana Mulya yang dikomandoi oleh Bayu, terdapat banyak titik yang perlu diperbaiki. Hal itu terungkap saat paparan review esistensi dengan gambar yang dilakukan oleh Tim Independen dari Universitas Lampung (unila) di gedung calon kantor Bupati baru Mesuji di Jl. ZA. Pagar Alam desa Sido Mulyo, Kecamatan Mesuji, Kamis (10/3/2016).
Menurut keterangan Kelik Hendaso, selaku TIM Tehnik Arsitektur dari Unila menegaskan bahwa konsultan atau DED mungkin tidak paham atas simetris bangunan yang nantinya berdampak fatal atas kualitas gedung.
“Terdapat banyak titik yang harus diperbaiki lagi, sementara bangunan gedung terdapat lantai dua tidak simetris dan balok gedung pun terlihat rumit, terlebih slot jendela yang harus perhatikan agar pekerjaan dapat maksimal. Sebab itu semua tanggung jawab konsultan yang telah ditunjuk oleh pemerintah,” ucap Kelik saat memberikan paparan atas review yang di lakukan pihaknya.
Melihat sisi pekerjaan yang telah memasuki tahap 70 persen masih banyak terdapat kekosongan pengawasan ekstra, sehingga perbaikan dinilai harus dilakukan oleh pihak pengembang maupun tim konsultan perencanaan pembangunan gedung perkantoran dua lembaga itu. Menanggapi paparan review tim independen unila Bayu selaku Tim Konsultan atau DED hanya membahas tentang capaian yang telah dilakukan oleh pihaknya, seperti pagu anggaran dan bukti fisik gedung.
“Semua itu akan kami upayakan perbaikan, jika dimungkinkan dan sementara ini titik-titik yang telah dibenang merah oleh tim independen segera dievaluasi lagi,” singkat Bayu. (Sandri/Mar)









