Harianpilar.com, Lampung Selatan – Sebanyak 18 pejabat Pemkab Lampung Selatan (Lamsel) dikhabarkan akan hengkang keluar daerah. Di antaranya, 4 pejabat eselon II dan 14 pejabat eselon III. Meski demikian, Bupati Lamsel Zainuddin Hasan menegaskan perpindahan pejabat ini tidak akan menghambat pemerintahan.
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Latihan (BKPL), Akar Wibowo membenarkan isu perpindahan pejabat tersebut. Dirinya mengungkapkan, sudah ada 4 pejabat eselon II dan 14 pejabat eselon III yang mengajukan pindah tugas kedaerah lain, tanpa menyebutkan pejabat dari satker mana yang mengusulkan hal tersebut.
“Dari periode Agustus 2015 hingga Maret 2016, sudah 4 orang eselon II dan 14 orang eselon III yang mengajukan pindah. Untuk detail nama-nama tidak usahlah,” kata Akar Wibowo, saat ditemui di kantor Pemkab Lamsel, Jumat (4/3/2016).
Dia juga melanjutkan, total pejabat eselon II dan III sebanyak 18 orang mengajukan pindah tugas. Akar Wibowo mengaku, beberapa usulan sudah disetujui sedangkan sebagian lagi belum disetujui.
“Untuk 4 orang eselon II, salah satunya sudah disetujui gubernur (M. Ridho Ficardho, red) berinisial (M). Sedangkan 14 orang eselon III, sebagian dalam proses dan tidak lama lagi (disetujui, red),” lanjutnya.
Sementara itu, baru-baru ini terkait hal tersebut, Bupati Lamsel DR. H. Zainudin Hasan, M. Hum sempat menyingung mengenai perpindahan para pejabat eselon II dan III. Dimana, Zainudin Hasan, sempat terkejut atas kabar tersebut, bahwa terdapat beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang sudah mengajukan pindah, disetujui oleh Pj Bupati Kherlani (mantan Pj bupati Lamsel, red). Namun, dengan lapang dada, dirinya menganjurkan agar secara jantan mengajukan pengunduran diri, karena dengan begitu menurutnya lebih terhormat.
“Buat surat pengunduran diri, biar lebih terhormat. Sehingga sewaktu-waktu kalau mau pindah ke sini lagi, bisa diterima dengan baik,” katanya dia saat membuka kegiatan Musrenbang di Kantor Balai Desa Waymuli, Kecamatan Rajabasa belum lama ini usai.
Dia juga melanjutkan kepindahan eselon II tersebut tanpa ia ketahui sebelumnya, tidak akan menghambat roda pemerintahan di Lamsel. Sebab, ia akan memberdayakan pejabat eselon III untuk dipromosikan menjabat sebagai Kepala SKPD, guna mengisi jabatan yang kosong.
“Kapan lagi kader-kader kita mau naik pangkat, bila tidak kita berdayakan dari sekarang,” lanjutnya. (Saipul/Juanda)









