Harianpilar.com, Lampung Selatan – Bupati Lampung Selatan DR. H. Zainudin Hasan, M.Hum mengaku prihatin kendaran dinas (Randis) bagi satuan kerja perankat daerah (SKPD) tidak terawat. Pasalnya, meski anggaran perawatan Randis di setiap SKPD Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) cukup besar, sejumlah randis baik roda empat maupun dua kondisinya seperti tidak terurus.
Hal tersebut terungkap, saat ratusan randis roda empat maupun dua dikumpulkan di Lapangan Korpri Perkantoran Pemkab Lamsel saat diperiksa oleh Bupati Lamsel DR. H. Zainudin Hasan, M.Hum didampingi wakilnya Nanang Ermanto, Senin (29/2/2016).
Ia pun sempat menyindir kondisi randis yang digunakan oleh pejabat SKPD yang terkesan tidak terurus meski ada dana perawatan. Salah satunya randis roda empat milik Kantor Satpol-PP Kabupaten Lamsel. “Apa itu, kok sawangan (jaring laba-laba-red), tidak lagi kelihatan. Tolong dibersihkan dan atapnya diganti,” kata Zainudin.
Dia menyindir para pengguna randis. Ia menilai, pengguna randis seperti tidak ada jiwa rasa memiliki. Oleh karena itu, ia menekankan agar pengguna randis pandai-pandai menjaga fasilitas negara tersebut dan tidak digunakan untuk hal layak pribadi. “Jangan mentang-mentang fasilitas itu bukan milik sendiri. Jadi semau-maunya saja. Kalau barang itu bagus tentu yang diuntungkan si pengguna, bukan masyarakat. Makanya tanamkan rasa memiliki,” sindirnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, ideal penggunaan randis paling lama 10 tahun. Sebab, bila kendaraan tersebut dipaksakan melibihi batas ambang usia pemakaian, dikhawatirkan akan memakan biaya perawatan yang cukup besar. “Nanti kita turun lagi ke dinas-dinas, kita akan cek lebih rinci terkait KM (Kilometer_red)-nya, tahun kendaraannya. Karena kalau sudah lebih dari 10 tahun, justru akan memakan biaya perawatan tinggi dan dianggap tidak layak pakai. Pastinya itu akan menjadi hambatan,” kata dia.
Zainudin juga menambahkan, mayoritas kendaraan yang ada saat ini sudah dalam kondisi diatas usia 10 tahun. Namun, secara global dirinya mengakui bahwa terdapat beberapa instansi yang melakukan perawatan yang cukup baik, melihat dari beberapa kondisi kendaraan. “Karena banyak kendaraan yang sudah 10 tahun lebih, yang baru hanya sedikit sekali, banyaknya kendaraan-kendaraan tua,” tambahnya.
Dia juga menegaskan, khusus untuk kendaraan yang akan di ‘dum’ (randis yang dijadikan milik pribadi_red) bupati meminta agar dilakukan secara terbuka. “Tidak boleh tertutup, dibuka lelang dengan harga pasar dan untuk siapa saja ,” tegas Zainudin. (Saiful/Mar)









