oleh

Habitat Gajah di TNWK Terancam Punah

Harianpilar.com, Bandarlampung – Untuk menekan angka kematian gajah Lampung dari aksi perburuan, DPRD Lampung meminta pemerintah pusat untuk lebih memberikan perhatian khusus terhadap habitat gajah khususnya di Taman Nasional Waykambas (TNWK). Mengingat saat ini, sudah ada peralihan pengelolaan TNWK ke pusat.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung FX. Siman mengatakan, seharusnya pemerintah pusat harus lebih memperhatikan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). “Peralihankan sudah di pusat, seharusnya diperhatikan, yang dikawatirkan nantinya salah satu icon Lampung punah. Gajah inikan icon milik Provinsi Lampung, kalau diburu terus hanya untuk diambil gading dan giginya saja sangat disayangkan,” ungkap FX Siman, saat ditemui di ruang komisi, Senin (29/2/2016).

Menurutnya, pemerintah pusat harusnya ikut bertanggung jawab atas perburuan yang ada di TNWK. “Seharusnya ada penambahan personil keamanan di sana, apalagi hutan tersebut cukup luas, selain keamanan harus ada perlengkapan sarana prasaranan untuk melindungi hewan-hewan tersebut,” jelasnya.

Menurut Politisi Partai Golkar itu, populasi gajah saat ini sudah berkurang, kalau sering diburu maka bisa punah keberadaan gajah-gajah tersebut. Yang lebih dikawatirkan lagi nantinya semua habitat hewan yang ada di sana juga punah.

“Di TNWK bukan hanya gajah saja, ada juga komodo Lampung, nah ini bisa-bisa punah juga. Kami berharap agar pemerintah pusat bisa lebih memperhatikan, karena dengan sering ditemukannya gajah mati akibat perburuan ini menjadi sorotan dunia, karena Lampung dikenal dengan gajahnya. Kepada semua pihak agar menghentikan pemanfaatan bagian tubuh gajah ini, mari kita jaga gajah ini demi keberlangsungan populasinya,” jelas Siman.

Sebelumnya diketahui, Wildlife Coservation Socities Indonesia (WCSI) menyebut populasi gajah liar di hutan Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung, saat ini tersisa 247 ekor.

Jumlah itu kemungkinan lebih sedikit dari perkiraan menyusul maraknya perburuan gajah guna diambil gading dan giginya oleh pemburu. (Fitri/Juanda)