Harianpilar.com, Tulangbawang – Ratusan keluarga petambak di Bumi Dipasena menamam 10 ribu batang mangrove yang terdiri dari jenis pidada (sonneratia), nipah , dan bakau (rhizopora sp) di bendungan saluran utama sumber air Kampung Bumi Dipasena Abadi, Kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulangbawang, Minggu (14/2/2016).
Acara yang dimotori oleh Perhimpunan petambak Pengusaha Udang Wilayah Lampung (P3UW Lampung), Perempuan Nelayan Indonesia, Barisan Relawan Wanita (PPNI Bareta) dan baramuda merupakan kegiatan rutin tahunan sebagai bagian dari aksi hari kebangkitan petambak bumi dipasena yang diperingati setiap bulan Maret. Penanaman mangrove di Dipasena sering kali dilakukan terutama pada musim penghujan karena salinitas air laut rendah dan bibit cukup tersedia.
Kepala Kampung Bumi Dipasena Abadi, Nuh Hudowi mengungkapkan bahwa areal penanaman adalah daratan yang terkikis air sungai, yang kemudian menyebabkan sumber air untuk budi daya terkontaminasi oleh air buangan. “Alhamdulillah kerja keras seluruh masyarakat, bendungan ini berhasil dibuat dan sekarang tugas kami menjaga alam agar kondisinya bisa mengamankan sumber air kami” ujar Nuh.
Dia menambahkan bahwa kegiatan perbaikan dan penanaman sudah sering kali dilakukan secara mandiri oleh masyarakat dengan dana swadaya dan semangat gotong royong. Ia berharap pemerintah pusat mau pun daerah dapat terlibat lebih aktif dalam upaya-upaya kemandirian masyarakat membangun area pertambakan Bumi Dipasena
Sementara itu, Sekertaris P3UW Arie Suharso, mengatakan selain melibatkan masyarakat seluruh anggita P3UW ikut berperan serta dalam penanaman mangrove di areal bendungan. “Kita sebagai petambak akan terus berupaya menjaga kelestarian laut dengan menanam mangrove akan menjadikan areal tambak akan terhindar dari bencana banjir dan laut pasang, dan terus menjaga agar tidak terkikis,” katanya. (Merizal/Mar)









