Harianpilar.com, Mesuji – Bupati Mesuji Khamami, anggaran Rp13,5 miliar untuk penerangan listrik di 35 desa se-Kabupaten Mesuji. Hal itu dimaksudkan agar masyarakat dapat menikmati penerangan meskipun Perusahaan Listirik Negara (PLN) belum menyentuh Kabupaten Mesuji secara menyeluruh.
Bupati Mesuji Khamami, mengatakan, sekitar 35 desa yang tersebar di tujuh kecamatan yang akan dibantu genset dengan total anggaran sekitar Rp13.5 miliar. Bantuan tersebut berasal dari APBD Mesuji tahun 2016. Bantuan tersebut taklain agar masyarakat mendapatkan penerangan. Karena, selama ini PLN yang ditunggu-tunggu tak kunjung masuk ke Mesuji.
“Tahun ini kita akan mengucurkan Bantuan Keuangan (Bankeu) ke 35 desa yang tersebar di tujuh kecamatan. Bankeu ini nantinya akan dipergunakan masyarakat untuk membeli mesin genset beserta kabel dan alat-alat listrik lainnya,”jelas Khamami, kemarin.
Genset yang harus dibeli diatas 200 KVA. Jadi setiap rumah mendapatkan tegangan sekitar 450 wat. Setip rumah juga mendapatkan jatah kabel tegangan rendah dan kabel twis. Termis (NCB), dengan kapasitas 2 amper.
Untuk persyarat desa yang akan mendapat bantuan jenset, kabel, twis dan termis, tentunya masyarakat harus menyiapkan rumah genset dan tiang-tiang penghubung sebagai jalur yang akan dilalui kabel-kabel tersebut. Sedangkan, spesipikasi barangnya nanti diatur oleh Dinas Pertambangan dan Energi.
Untuk beli genset yang didampingi Kadistamben Mesuji Ir. Yudi Santoso, sebanyak 36 buah Rp10.275 miliar. Sedangkan untuk pembelian kabel yang menyalur kerumah sebesar Rp196.209 juta. Untuk kabel JTR sebesar Rp2 m, dan Rp176.800 juta dan pembelian panel dengan total Bankeu sebesar Rp13,5 miliar.
“Desa dan kecamatan yang akan dibantu yakni Kecamatan Simpangpematang terdapat 4 desa, Wayserdang, 7 Desa, RJU, 5 Desa, Mesuji Timur, 10 Desa, Mesuji 3 desa, Kecamatan Tanjungraya 3 Desa, dan Kecamatan Pancajaya 3 Desa. Setelah itu, desa membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),”tegasnya. (Sandri/Mar)









