oleh

Warga Dipaksa Bangun Dreinase

Harianpilar.com, Lampung Timur – Warga Desa Toto Perojo, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur  (Lamtim) mengaku dipaksa membuat saluran air secara permanen (drainase) oleh kepala desa setempat di depan rumahnya dengan mengunakan Dana Desa (DD).

Seperti yang dikatakan oleh warga desa setempat. Mereka mengaku keberatan dengan kebijakan yang disampaikan Kepala Desa Toto Perojo Nizam yang mengharuskan warga untuk membangun saluran air secaa permanen (dreinase) di depan rumah warga.

Pada dasarnya warga menyambut baik program kepala desa tersebut, karena dengan adanya drainase secara permanen bisa mengurai bencana banjir.

Pembangunan tersebut menggunakan DD yang nilainya cukup sedikit. Secara otomatis dana tersebut tidak mencukupi untuk membangun tersier tersebut. Sehingga, memaksa warga harus mengeluarkan dana dari kantong sendiri. “Ini yang memberatkan warga,” katanya, Selasa (9/2/2016).

Menurut warga rencananya, dana tersebut bakal digunakan untuk menambah modal usaha seperti berdagang dan bertani, tapi semua itu tertunda oleh peraturan kepala desa tersebut.

Saat dikonfirmasi Kepala Desa Toto Perojo Nizam  membenarkan adanya peraturan untuk membangun drainase di depan rumah warga. Dia beralasan Desa Toto Perojo tahun 2016 ini ditunjuk oleh Kabupaten dan Kecamatan Way Bungur sebagai peserta lomba desa tingkat Kabupaten Lampung Timur.

:Untuk itulah, maka saya tekankan kepada seluruh masyarakat Desa Toto Perojo untuk membuat tersier tersebut. ”Kalau yang tidak mau mengikutin perintah ini, saya berikan beri sanksi dicoret dari daftar masyarakat Toto Perojo,” ancam dia.

Hal tersebut  menuai kritik dari beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang terhimpun  di dalam Gerakan Masyarakat Independen (GMI) Lampung Timur.  Ketua LSM GMI Lampung Timur Drs. Mukaram Sanjaya mengatakan hal yang dilakukan oleh Kepala Desa Toto Projo Nizam sangat merugikan masyarakat. Kepala Desa Nizam  dinilai telah melecehkan pemerintah Kabupaten Lampung Timur. Dia beralasan program tersebut dinilai banyak mengeluarkan dana untuk kepeningan kemajuan warga, tapi ini malah meresahkan. (Syafarudin/Mar)