oleh

Kepsek Harus Mampu Kelola SDM

Harianpilar.com, Pringsewu – Seorang kepala sekolah harus bisa mengelola Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada, terutama di lingkungan sekolah. Serta bisa meningkatkan dan menjaga kompetensi kepribadian, sosial juga lingkungan.

Di samping itu, kepala sekolah harus dapat mendekati masyarakat di sekitar sekolah setempat untuk sama-sama turut peduli terhadap keberadaan dan kondisi sekolah setempat.

”Bila perlu masyarakat sekitar sekolah diajak untuk peduli terhadap kemajuan pada dunia pendidikannya juga,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Pariwisata (Disdikbudpar) Kabupaten Pringsewu Heri Iswahyudi, saat membuka workshop yang bertemakan “Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah” yang diselenggarakan oleh jajaran Musyawarah Kerja Kepala Sekolah  (MKKS) SMP tahun 2016,  Rabu (13/1/2016) di SMP Islam Pringsewu.

Diikuti oleh 59 kepala sekolah SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Pringsewu.”Saya harapkan adanya kegiatan workshop ini dapat menambah ilmu dan wawasan para kepala sekolah,”ujarnya.

Di sisi lain Kadisdikbudpar Pringsewu menghimbau, bahwa kepala sekolah bisa memenej dan menggerakan semua program yang ada dilingkungan sekolah, terutama bisa merangkul seluruh guru agar lebih meningkatkan  kemampuannya dalam proses belajar-mengajar.”Sebab seorang kepala sekolah bisa dianggap berhasil, salah satunya karena bisa menggerakan semua program kerjanya dengan baik,”ujarnya.

Heri Iswahyudi juga menegaskan kepada kepala sekolah agar tetap merealisasikan programnya yakni memberikan ilmu kerohanian kepada siswa-siswi sebelum memulai pada pelajaran pendidikan sekolah, seperti ‘tadarusan’ kususnya bagi yang beragama Islam.”Karena dengan diawali pemberian ilmu rohani dan do’a, semoga pelajaran pendidikan yang lain akan dapat mudah dicerna para muridnya,”terangnya.

Disamping itu, kepala sekolah harus bisa memenej para gurunya dalam proses belajar-mengajar,  dengan harapan seorang guru dalam mengajar pada sehari sebelumnya sudah membuat panduan atau Tor yang akan diberikan kepada siswa-siswinya, sehingga akan mempermudah memberikan materi pelajaran .

Namun kata Heri Iswahyudi, biasanya ada seorang guru selalu terlihat gelisah, mondar-mandir dan tidak betah didalam kelas, juga sering marah-marah, maka hal itu ciri-ciri seorang guru yang menutupi kelemahannya karena tidak menguasai materi yang akan diberikan kepada siswanya.

Untuk itu Kadisdikbudpar Pringsewu meminta kepada jajaran MKKS agar selalu menganalisis, berbagai perkembangan disekolahnya masing-masing, bila perlu sebulan sekali.”Lakukan inovasi disekolah secara berkesinambungan dan berkala,” harap Heri Iswahyudi.

Ketua MKKS-SMP Drs. Rahmanto, M.Pd menjelaskan, kegiatan ini berlangsung dua hari, Rabu-Kamis (13-14/1/2016) dengan materi yakni kebijakan umum Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan  Pariwisata Kabupaten Pringsewu, Analisis Konteks, Pemetaan SNP dan SPM, Analisis Lingkungan Strategis.

Juga Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM), Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), Program Supervisi Akademik, Instrumen Supervisi Akademik, Rencana Tindak Lanjut dan Monitoring dan Evaluasi.”Dengan mengahadirkan dua pemateri dari Pengawas Disdikbudpar Pringsewu Anang Iskandar. SPd dan Drs. Ngatijo,”jelas Rahmanto. (Sahirun/JJ)