oleh

Sambut Tahun Baru 2016 Ridho ‘Kritik Oto Kritik’

Harianpilar.com, Bandarlampung – Gubernur Lampung M Ridho Ficardo lebih memilih merayakan tahun baru 2016 dengan menggelar berbagai kegiatan sederhana namun penuh makna. Salah satunya menggelar pengajian dan melakukan kritik oto kritik terhadap berbagai program dan kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung selama kepemimpinnya.

Kritik Oto Kritik bisa dimaknai sebagai upaya melakukan evaluasi secara obyektif terhadap diri sendiri dan jajaran terkait apa saja yang telah dilakukan. Mayoritas pejabat kerap enggan melakukan kritik oto kritik, sebab melakukan kritik oto kritik kerap dianggap sebagai upaya ‘menelanjangi’ diri sendiri. Namun, tidak begitu bagi Gubernur Lampung M Ridho Ficardo yang justru dengan kesadaran sendiri melakukan kritik oto kritik.

Hal ini terlihat dari upaya Gubernur termuda di Indonesia itu melakukan evaluasi secara komprehensif dengan tolak ukur yang jelas terhadap program-programyang telah dijalankannya. Ridho bahkan menggandeng lembaga survey untuk mengukur tingkat kepuasan dan penilaian masyarakat terhadap kepemimpinannya dan program yang dijalankannya.

Ridho secara jujur mengakui bahwa masyarakat mengaku kurang puas terhadap beberapa program yang dijalankan Pemprov Lampung.”Ya dari survey terdapat beberapa program yang justru masyarakat kuas. Itu menjadi koreksi bagi kita,” ujar Ridho, baru-baru ini.

Namun, terdapat juga program-program prioritas yang mendapat tingkat kepuasan dari masyarakat hingga 70 persen.”Kita akan benahi mana yang kurang baik, dan akan kita tingkatkan mana yang memang sudah baik,” tandasnya.

Ridho merencanakan dalam waktu dekat akan melakukan briefing dengan Bupati dan Walikota terpilih untuk membicarakan arah pembangunan prioritas Provinsi Lampung. Terutama terkait pembangunan Infrastruktur dan program pendidikan yang harus massif dilaksanakan.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung tahun 2015 cukup menggembirakan meskipun terjadi perlambatan ekonomi global. Pada triwulan ke III ekonomi Lampung tumbuh 5,18 persen diatas angka pertumbuhan nasional.

“Selain itu angka kemiskinan juga mengalami penurunan terus-menerus, meskipun pada tahun 2015 sedikit mengalami kenaikan kembali akibat memburuknya ekonomi nasional,” jelasnya.

Kenaikan ekonomi, jelansya, didongkrak oleh jumlah kunjungan wisatawan yang naik cukup signifikan,”Kita akan terus bekerja sama dengan semua stekholder untuk memajukan Provinsi Lampung secara bertahap,” pungkasnya. (Fitri/Mico P)