Harianpilar.com, Tulang Bawang Barat – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat tak serius tangani bidang pendidikan. Hal itu terbukti dengan lemahnya dukungan dalam upaya peningkatan kegiatan belajar mengajar. Disalah satu satu Sekolah Satu Atap (Satap) di Tulang Bawng Barat (Tubaba) kini kondisinya minim lokasi kelas, terutama di daerah perbatasan dan pelosok seperti daerah Kecamatan Gunungterang, Gunung Agung, dan daerah lainya.
Selain kendalas sarana kelas, juga kelengkapan atribut kegiatan belajar mengajar, tenaga pengajar, “Susana belajar seperti ini kami jalani sudah lama, dan kami terbiasa,” kata seorang Guru, Sekolah Satap Negeri yang ada di Tiyuh Terang Mulya Kecamatan Gunung Terang Kabupaten Tubaba, dan enggan namanya ditulis pada beberapa waktu yang lalu.
Guru tersebut menuturkan bahwa keadaan sekolah tempat ia mengajar sangat memprihatinkan. banyak kendala yang mereka alami dalam kegiatan belajar mengajar kesehariannya. mulai dari akses jalan hingga keluhan yang terdapat dalam Sekolahnya sendiri. “Saat ini siswa sekolah kita memang sedikit, bahkan kurang dari seratus orang untuk tingkat SD. akan tetapi dalam keharian belajar mengajar untuk tingkat SD, sekolah kami harus menggabungkan siswa dari dua kelas yang berbeda dalam satu lokal yang sama dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara bersamaan. hal ini sudah lama berlangsung, terpaksa kami lakukan karna kekurangan lokal kelas dan hanya ada 3 lokal saja untuk tingkat SD,” katanya.
Kondisi itu berbanding terbalik dengan gencarnya pembangunan yang di gaungkan oleh Pemda Tulang Bawang Barat. Karena itu, guru guru di daerah Perbataasan menyampaikan harapanya kepada Pemkab Tubaba melalui Dinas Pendidikan, selai sarana pendidikan juga agar memperhatikan kwalitas dan kesejahteraan tenaga pengajar. “Saya berharap supaya dapat diperhatikan kesejahteraan dari tenaga pengajar. dan saya rasa hal ini pastinya menjadi harapan dari semua Guru didaerah kita. akan tetapi hal ini sebaiknya disesuaikan dengan Kwalitasnya sendiri”, katanya.
Riodanibram, Pengamat Pendidikan di Tubabar berpendapat bahwa kesejahteraan tenaga pengajar dilingkup Pemkab Tubabar sudah sepatutnya menjadi salah satu perhatian yang serius. Akan tetapi hal tersebut juga menurutnya perlu disesuaikan dengan tata aturan yang berlaku. “Bagaimana siswa kita dapat berkwaliatas jika tidak didahului dengan baiknya Kwalitas Pengajar. Sedangkan baiknya kwalitas pengajar itu akan sangat dipengaruhi oleh kurang kesejahteraan yang dirasakan oleh tenaga pengajr itu sendiri,” katanya, Sealsa (17/11/2015).
Menurut Riodanibram, bahwa selain hal kesejahteraan pengajar hal hal lainya juga perlu diperhatian seperti kelayakan akan tempat keberlangsungan kegiatan belajar mengajar. Pemkab Tubaba melalui Dinas Pendidikanya harus berperan. “Siswa dari dua tingkat kelas yang berbeda belajar dalam satu lokal yang sama dan waktu yang bersamaan. hal ini dirasa akan sangat menggangu dalam keberlangsungan kegiatan belajar mengajar yang nantinya akan menimbukan pertanyaan dari kwalitas siswa hasil didiknya jika hal tersebut tidak segera ditangani,” katanya. (epriwan/joe)









