oleh

Rancang Aplikasi CBT Online, Davit Raup Rezeki Ratusan Juta

Harianpilar.com, Bandarlampung – Memasuki tahap implementasi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) online yang akan serentak dilaksanakan pada 2016 mendatang, menginspirasi Davit Kurniawan, SKom., CCNA untuk menciptakan software yang bisa membantu mempersiapkan siswa menghadapi UN online 2016.

Alumni Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya ini brinisiatif membuat aplikasi CBT (Computer Based Test) online yang dapat digunakan untuk pelaksanaan ulangan harian, ujian tengah semester (UTS), ujian akhir semester (UAS), dan try out Ujian Nasional (UN).

“Software ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran bagi sekolah untuk mempersiapkan diri dengan membiasakan guru, siswa, dan pengelola TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) di sekolah dalam melaksanakan ujian-ujian secara online. Sehingga sekolah tersebut dapat siap menghadapi UN Online 2016,” ujar alumni jurusan Teknik Informatika angkatan 2005 ini.

CEO dan Founder Coresystem Solution Indonesia ini mengatakan aplikasi CBT merupakan tes berbasis komputer yang penyajian dan pemilihan soal ujian dilakukan secara terkomputerisasi. Software ini dijual seharga Rp 5 juta. Selain itu, Coresystem Solution Indonesia juga menyediakan PC seharga Rp 3 juta/unit dan server seharga Rp 8 juta untuk sekolah yang belum melengkapi laboratorium komputernya. Sementara untuk paket yang mencakup aplikasi, server, dan 40 unit PC ditaksir Rp 130 juta sudah termasuk instalasi jaringan serta pelatihan guru TIK dan admin laboratorium komputer.

Menanggapi kesuksesan bisnis dari Alumni IBI Darmajaya ini, Rektor IBI Darmajaya Dr. Andi Desfiandi mengapresiasi dan mendukung mahasiswa dan lulusan IBI Darmajaya untuk menjadi technopreneur. Diungkapnya, pihaknya terus berupaya mengubah mindset mahasiswa dari mencari pekerjaan menjadi menciptakan lapangan kerja.

“Sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi dan bisnis, kami berharap mahasiswa dan lulusan IBI Darmajaya dari Fakultas Ilmu Teknologi Komputer dapat memiliki juga berwirausaha. Begitu pula mahasiswa dan lulusan dari Fakultas Ilmu Ekonomi dan Bisnis juga dituntut untuk menguasai teknologi dalam mengembangkan bisnis. Sehingga diharapkan terlahirlah technopreneur muda yang tidak hanya membangun usaha bagi dirinya sendiri tetapi juga mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi orang lain,” harapnya. (Rls/JJ)