oleh

Peternak Ikan Mesuji Butuh Sumur Bor

Harianpilar.com, Mesuji – Para Pembudi Daya Ikan Mesuji, membutuhkan sumur bor, untuk mengatasi proses budidaya ikan selama musim kemarau. Paslnya, selama ini mereka mengandalkan saluran primer maupun tersier sebagai sumber mata air. Namun, pada musim kemarau panjang seperti tahun ini menyebabkan air laut masuk kedalam saluran primer dan tersier, sehingga mengganggu proses budidaya ikan.

“Pembudi daya Ikan di Kabupaten Mesuji masih menggunakan saluran air primer dan tersier untuk mengairi kolam-kolam mereka. Kemarau jadi penghambat, untuk itu peternak butuh sumur bor. Kita tengah mempersiapkan segala sesuatunya untuk mengatasi permasalahan bagi pembudi daya ikan,” kata Bupati Mesuji, Khamami.

Mantan Anggota DPRD Provinsi Lampung ini mengatakan kondisi dan kemampuan keuangan yang terbatas sangat sulit bagi Kabupaten Mesuji untuk menyelesaikan seluruh permasalahan yang di hadapi Mesuji. Oleh karena itu DKPP Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan memohon kepada Kementrian Kelauatan dan Perikanan melalui Dirjen Budidaya untuk dapat membantu permasalahan yang di hadapi saat ini.

“Kita mengajukan proposal sumur bor kepada Kementrian Kelauatan dan Perikanan melalui Ditjen Budidaya. Agar dapat membantu pembudidaya ikan saat kemarau,” kata Khamami.

Terkait proposal yang di ajukan oleh DKPP melalui Bupati Mesuji, Kepala Bidang Perikanan Muntohar, membenarkan bahwa proposal tersebut tengah di persiapkan. Karena keluhan tersebut sangat berpengaruh terhadap hasil budidaya ikan.

“Mudah-mudahan solusi ini akan di acc oleh Kementrian Kelauatan dan Perikanan melalui Dirjen Budidaya. Proposal yang di tanda tangani oleh Bupati tersebut telah kita siapkan. Jika Proposal tersebut di acc oleh Kementrian maka dapat membantu para pembudi daya ikan mengatasi kekeringan tersebut,” kata Mutohar. (sandri/joe)