oleh

BPBD Tanggamus Siaga Air Bersih

Harianpilar.com, Tanggamus – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus siap menyalurkan bantuan air bersih ke masyarakat selama musim kemarau yang saat ini masih melanda Bumi Begawi Jejama.

Kepala BPBD Tanggamus Burdani, SH, mengatakan, kemarau tahun ini memang lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya. Kemudian intensitas kenaikan suhunya pun tinggi sehigga dampak kemarau sangat terasa. Kalau dikategorikan sekarang ini sudah masuk bencana alam kekeringan. “Dengan status itu kami siap melakukan upaya agar dampak kekeringan tidak bertambah parah. Dan BPBD siap berikan bantuan air kepada masyarakat yang memintanya,” kata Burdani, Minggu (8/11/2015).

Permintaan bantuan diminta secara langsung, baik itu aparat pekon atau kecamatan ke BPBD Tanggamus. Dengan begitu bantuan diarahkan ke masyarakat luas. “Bagi yang minta bantuan silahkan saja pasti kami siap berikan bantuan air, tentunya bantuan diperuntukan bagi yang mengalami kekeringan dan selama masa kekeringan ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, BPBD Tanggamus sendiri telah lebih dari empat kali memberikan bantuan air kepada masyarakat di Kecamatan Talang Padang. Dimana Kecamatan tersebut memang termasuk daerah yang rawan kekeringan selain Kecamatan Pugung dan Bulok. “Itu semua bisa diketahui dari kondisi perairan untuk sawah, dimana tanaman padi di sana sudah puso dan sekarang tidak bisa tanam untuk masa tanam akhir tahun ini,” terangnya.

Meskipun sekarang masuk status kekeringan, sambung Burdani, namun masih ada sumber air yang bisa dimanfaatkan masyarakat seperti sungai besar atau mata air. Sedangkan untuk sungai-sungai kecil tidak bisa lagi sebab tidak ada mata airnya. “Selama ini pemenuhan air masyarakat dari tempat-tempat itu, meski pun harus membawa pulang dengan derigen tapi mereka bisa penuhi kebutuhan airnya,” jelasnya.

Ia mengakui, kelemahan masyarakat Tanggamus adalah tidak semua rumah memiliki sumur. Mereka terbiasa memenuhi segala kebutuhan berkaitan dengan air, diambilnya dari sungai. Sehingga saat kemarau ini mereka agak susah. Berbeda jika memiliki sumur, meski tetap terkena dampak kemarau namun tidak tergantung pada sungai yang sekarang juga menyusut volume airnya. Selain bantuan air bersih, BPBD Tanggamus juga akan mengupayakan bantuan pertanian kepada petani yang sawahnya terkena puso. Saat ini upaya itu sedang meminta data riil dari Dinas Pertanian Tanamana Pangan dan Holtikutura tentang lokasi yang terkena foso. “Untuk bantuan dampak puso nantinya berupa dana bukan benih. Saat ini masih dibahas juga besarannya biaya yang dikeluarkan petani yang sawahnya puso,” tukasnya. (imron/joe)