oleh

Dinkes Belum Miliki Program Bank Sampah

Harianpilar.com, Bandarlampung – Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, belum memiliki program peningkatan kesehatan melalui Bank Sampah, sebab saat ini Dinkes Provinsi Lampung masih fokus dan mengerjakan program dari pusat.

“Tapi kalau masyarakat ada yang melakukan inovasi tersebut, bagus dan kita mendukung, apalagi untuk menjaga kesehatan dan menjaga lingkungan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, saat ditemui di kantor gubernur, Rabu (4/11/2015).

Menurut Reihana, meskipun masyarakat yang melakukan program inovasi pembuatan Bank Sampah, ya silahkan. Namun tetap harus sesuai prosedur. Pembentukan Bank Sampah perlu lahan yang luas, SDM yang memadai untuk pengolahan sampah dan dijadikan sebagai kerajinan, atau seni.

Kesehatan itu penting, dan bila sampah tidak dilakukan pengolahan dengan baik, maka mampu membunuh manusia.
“Saat ini program Bank Sampah ada di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan yang lainnya, kalau untuk di Lampung belum memungkinkan. Meskipun Lampung memiliki masyarakat yang mayoritas petani, memiliki lahan yang luas, tapi untuk melakukan inovasi tersbut perlu adanya SDM yang berkopeten,” katanya.

Paradigma baru memandang sampah sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan, misalnya untuk kompos. Pengelolaan sampah tidak hanya dilakukan pada rumah tangga saja, akan tetapi juga dapat dilakukan di perkantoran sebagai bagian dari perwujudan Eco-office.

Prinsip utama mengelola sampah yang benar adalah mencegah timbulnya sampah, mengguna-ulang sampah, dan mendaur-ulang sampah menjadi prinsip 3R. Jika prinsip tersebut dijalankan dengan konsisten, maka akan mendatangkan out put yang nyata, yaitu mengurangi beban polutan, mendatangkan manfaat ekonomi dan menjadikan lingkungan bersih, yang pada akhirnya menghasilkan outcome yang dapat langsung dirasakan, yaitu kesehatan dan penghasilan. (Fitri/JJ)