Harianpilar.com, Lampung Selatan – Anggaran pembangunan pasar Sidomulyo, Lampung Selatan berasal dari Proyek dana APBN Kementerian Perdagangan RI sebesar Rp10 miliar. Rekanan mengalihkan pedagang sementara ke badan jalan utama, arah menuju Kecmatan Way Panji. Sehingga mobil tak dapat melintas.
Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Dinas Perdagangan dan Pasar Kecamatan Sidomulyo Alyas menjelaskan bila badan jalan digunakan tempat berjualan pedagang yang lokasinya tergusur. Hal tersebut dilakukan oleh pihak rekanan, dan dampak dari pembangunan pasar Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, kendaraan roda empat yang ingin melintas harus memutar arah. Pasalnya, jalan menuju Kecamatan Way Panji tersebut digunakan untuk penampungan sementara bagi pedagang di pasar tersebut.
“Rekanan yang mendapatkan proyek dari dana APBN Kementerian Perdagangan RI sebesar Rp10 miliar. Karena tidak ada lokasi lain yang digunakan untuk penampungan sementara pedagang. Mereka ditempatkan dibangunan sementara dan lokasinya menggunakan jalan umum. Terpaksa, bagi pengendara yang biasa lewat jalan tersebut harus menggunakan jalan alternatif. Namun bagi pengendara sepeda motor masih bisa melintas,” kata Alyas, kepada wartawan, Senin (2/11/2015).
Dia mengatakan pedagang akan kembali menempati lokasi pasar yang baru setelah pembangunan selesai. Nantinya pasar Sidomulyo akan menjadi pasar tradisional modern satu-satunya di Lamsel dan menjadi percontohan. “Di sini satu-satunya pasar tradisional modern yang akan jadi percontohan. Harapan kami, nantinya pedagang akan lebih nyaman dalam menggelar dagangan. Kalau untuk sekarang ya sabar dulu di lokasi sementara,” ujar dia. (nt/lp/joe)









