Harianpilar.com, Tanggamus – Tujuh Kecamatan di Tanggamus menjadi daerah rawan bencana banjir. Untuk mengantisipasi dan menanggulangi bencana alam disana, Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus membutuhkan setidaknya lima perahu karet, fiber dan kayu.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja (Disosnakertrans) Tanggamus, Sabaruddin mengatakan, pihaknya belum memiliki peralatan seperti perahu karet dan sejenisnya. “Jika bicara kebutuhan peralatan itu sangat di butuhkan, hanya saja selama ini belum ada bantuan dari Provinsi maupun pusat,” kata Sabaruddin.
Mantan Kepala Bagian Humas Setda Tanggamus ini melanjutkan, untuk lebih efektif, perlu penambahan perahu karet termasuk perahu fiber serta perahu kayu yang bisa ditumpangi satu orang. Sebab, evakuasi korban banjir jika hanya mengandalkan perahu karet kurang efektif, karena bisa rusak tertusuk ranting. “Ini supaya memudahkan dalam mengevakuasi para korban, bila terjadi banjir besar di Tanggamus,” terangnya.
Kemudian, sambung Sabaruddin, apabila nantinya terjadi bencana besar, maka tenaga Tagana yang hanya memiliki 59 orang tersebut belum memadai dan perlu penambahan melalui perekrutan lagi nantinya. “Kita sudah memiliki 59 tenaga Tagana, ke 59 Tagana itu siap diturunkan ke lokasi bencana, bila terjadi bencana alam di Tanggamus. Namun bila yang terjadi merupakan bencana yang besar, maka tenaga Tagana tersebut belum memadai dan perlu perekrutan kembali,” jelasnya.
Sehubungan dengan kebutuhan tersebut, Sabaruddin mengharapkan perhatian Pemerintah Propinsi Lampung maupun Pusat, sehingga kekurangan sarana pendukung dalam penanggulangan bencana alam bisa teratasi. (imron/joe)









