Harianpilar.com, Pringsewu – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pringsewu, ternyata tidak hanya menyimpan persoalan dugaan pemotongan gaji tenaga medis saja, namun juga terindikasi adanya ‘Mainan’ dalam pengelolaan keuangan. Akibatnya, karyawan hingga tenaga medis RSUD Pringsewu dirugikan. Menurut salah seorang pegwai RSUD Pringsewu, yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan, salah satu penyebab jebloknya pendapatan RSUD Pringsewu akibat adanya permainan dalam pengelolaan keuangan.
Bahkan, jelasnya, setelah pemberitaan di sejumlah media soal dugaan pemotongan gaji ini, direktur dan bagian keuangan terkesan menjauhkan diri. “Kami rapat kembali, namun direktur dan Selamet Kuntoro tidak hadir dalam rapat kali ini, terkesan kabid keperawatan sembunyi karena malu,” ungkap seorang pegawai RSUD, Kamis (29/10/2015).
Menurut Sumber, Selamet Kuntoro selama ini dinilai arogan dan terindikasi mengutak-atik anggaran jasa medis (Remenurasi). “Memang dia (Selamet Kontoro) merangkap jabatan, selain menjadi kabid keperawatan juga bagian keuangan jasa medis,” ungkapnya.
Ditegaskannya, alasan pihak RSUD yang menyatakan penurunan gaji akibat pemasukan menurun, dinilai tidak benar. Sebab, jelasnya, selama ini banyak pasien BPJS banyak yang masuk. “Silahkan saja dicek,” tegasnya.
Terpisah, menanggapi dugaan pemotongan gaji tenaga medis RSUD Pringsewu ini, DPRD Pringewu berjanji dalam waktu dekat ini akan menyelidiki temuan tersebut, dengan cara memanggil direktur RSUD. “Saya baru mengetahui masalah ini, namun demikian saya berjanji akan segera mencari imformasi masalah ini kebenarannya,” kata Wakil Ketua DPRD Pringsewu Sagang Nainggolan, Kamis (29/10/2015).
Diberitakan sebelumnya, sejumlah tenaga medis mulai dari perawat hingga dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pringsewu ‘Geram’. Pasalnya, gaji selama satu tahun ini diduga dipotong oleh pengelola keuangan RSUD Pringsewu. “Gaji jasa medis (remenurasi) di RSUD setempat selama ini tidak dibayarkan utuh, sementara gaji menejemen sampai puluhan juta, terang saja hal ini menjadi pertanyaan di kalangan para medis,” ungkap salah seorang pegawai RSUD Pringsewu, yang namanya minta dirahasiakan, Rabu (28/10/2015).
Menurut Sumber, sudah sejak setahun lebih ini gaji jasa medis RSUD Pringsewu pembayarannya tidak sesuai dengan sebenarnya, diduga diutak-atik oleh Kabid Keperawatan Selamet Kuntoro. Namun selama ini para medis di RSUD tidak bisa berbuat apa-apa, diduga setiap bulannya ratusan juta jasa medis diduga digelapkan Selamet Kuntoro.
Bahkan, jelas Sumber, jika RSUD Pringsewu saat ini tidak ada komite keperawatan tentu saja hal ini agar gak ada wadah untuk ngadu bagi perawat, padahal komite keperawatan dan jasa medis sudah dibentuk tapi tidak disyahkan. “Nah jelaskan hal ini tujuannya agar sulit bagi para medis mengkritik mereka karena tidak komite keperawatan tidak tempat mengadu bagi para medis,” kata dia.
Sementara Plt.Direktur RSUD Pringsewu Dr.Ulinnoha dan Kabid Keperawatan Selamet Kuntoro saat ditemui RSUD Pringsewu, Senin (26/10/2015) lalu mengatakan, saat ini mereka sedang membuat Perbup untuk pembagian jasa medis ini, karena ada perubahan pembayaran jasa medis.
Menurutnya, upaya yang dilakukan para jasa medis minta naik dari pembayaran sebelumnya, namun sebelum dilakukan pembayaran seperti harapan, jasa medis sudah ribut, upaya akan naik untuk dr spesialis minta 18 persen dari klaim.
“Sementara Perawat naik 10persen, artinya dari 10 persen awalnya menjadi 20persen, artinya ningkat dua kali lipat,” terang Dr.Ulinnoha.
Dikatakannya, jika Ketua komite keperawatan selama ini belum terbentuk jadi memang tidak ada komite keperawatan.
Secara tegas dr.Ulinnoha dan Selamet Kuntoro mengelak jika selama ini tidak ada pemotongan dana jasa medis. “Namun sudah ribut karena mereka minta naik namun karena disebabkan karena imcome pemasukan RSUD menurun pada bulan ini. Maka penghasilan mereka juga menurun,” jelasnya. (Sahirun/Juanda)









