oleh

Babaranjang ‘Hantam’ Pajero

Harianpilar.com, Bandarlampung – Tabrakan maut terjadi antara Kereta Api (KA) Babaranjang dengan sebuah mobil mini bus Mitshubisi Pajero BE 1477 AO, di perlintasan Jalan Sonokeling, Kelurahan Tanjungraya, Kecamatan Kedamaian, Senin (26/10/2015) sekitar pukul 02.30 Wib, dini hari.

Beruntung dalam insiden kecelakaan itu tidak memakan korban jiwa, ke empat penumpang mini bus tersebut berhasil selamat dari maut. Akibat kejadian itu, mini bus yang dikendarai Kohar HS (42) dengan empat penumpang Lauri Jeremia (31), Antoni Wijaya ( 40), Afid Andri ( 37) dan Mayaratih (32), terseret hingga 200 meter, hingga kondisi mobil berantakan.

Berdasarkan informasi yang dhimpun di lokasi, kejadian berawal dari kereta api Babaranjang dari arah Panjang menuju stasiun Tanjungkarang, lantaran jalur perlintasan KA yang hanya menggunakan bambu dan tidak dijaga petugas KA, berakibat pengemudi tidak mengetahui keberadaan KA. “Palang pintu perlintasan Kereta Api tidak tertutup, memang palang pintu tersebut  dalam keadaan rusak,  namun Masinis sebelumnya sudah memberikan sinyal,” kata Kohar.

Anggota Lakalantas Polresta Bandarlampung Doris Santoso menjelaskan, mobil sempat terseret hingga ratusan meter dan penumpang seluruhnya hanya mengalami luka ringan. “Tidak ada korban jiwa  pada peristiwa kecelakaan tersebut, keempatnya dan pengemudi kendaraan hanya mengalami luka ringan, sedangkan kendaraan di bagian  samping kanan pintu depan sampai belakang penyok. Siang ini akan diusahakan agar crane bisa masuk, guna mengevakuasi kendaraan di lokasi kejadian,” jelasnya, Senin (26/10/2015).

Sementara Kabag Humas PT KAI, Muhaimin saat dihubungi via telepon mengaku jika insiden kecelakaan itu akibat kelalaian pengendara. “Itu salah pengendaranya karena tidak tengok kanan kiri dulu, mengenai palang pintu manual itu tanggung jawab Pemkot yang biasanya dijaga Satpol PP, nah saya tidak tahu itu dijaga atau tidaknya,” tegas Muhaimin, seraya menegaskan jika masinir KA Babaranjang itu bernama Budi, dengan asisten Firmansyah. (Dedy Rinawan/Juanda)