oleh

Saibatin Wayhandak Tolak Cabup Perusak Gunung Rajabasa

Harianpilar.com, Lampung Selatan – Menjelang pemilihan calon Bupati (Cabup) dan wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Lampung Selatan pada 9 Desember 2015 mendatang, masyarakat Saibatin Wayhandak mengharapkan pemimpin yang berkomitmen untuk menjaga keutuhan serta melestarikan Gunung Rajabasa.

Pasalnya, Gunung Rajabasa merupakan sumber kehidupan dan sumber mata air yang di pergunakan masyarakat Lamsel khususnya diseputaran gunung tersebut, merusak gunung berarti merusak Adat Lampung Saibatin.

Sampai detik ini masyarakat Saibatin Wayhandak Lamsel tetap komitmen dengan sangat tegas menolak adanya pengeboran atau Eksploitasi Panas Bumi terhadap Gunung Rajabasa yang dilakukan PT. Supreme Energi Rajabasa (SERB), sebab rusak simbol rusaklah Adat Lampung Saibatin.

“Gunung Rajabasa merupakan salah satu simbol Adat Lampung Saibatin, karena gunung Rajabasa adalah gunung Keramat, Sakral dan Suai dipuncaknya terdapat Danau Sakral, oleh karena itu masyarakat menolak gunung tersebut untuk di bor atau ekploitasi oleh PT. Supreme Energy Rajabasa (SERB),” ‎kata ketua LSM Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Rakyat Jelata (AMAK RAJA) Lamsel Ruslando, Minggu (18/10/2015).

Ruslando menambahkan, untuk para calon pemimpin Lamsel nanti untuk dapat bersama-sama tegas menolak pengeboran gunung Rajabasa dan menjaga keutuhan alam yang ada. Kemudian dirinya mengajak masyarakat untuk tetap menjaga dan mempertahankan Gunung Rajabasa agar tidak di rusak.

“‎Jika calon bupati atau wakil bupati siapapun pejabatnya nanti, jika menjaga dan mempertahankan gunung Rajabasa agar tidak di bor, itu sama pemimpin yang berpihak dan membela rakyat,” tambahnya.

‎Ruslando juga melanjutkan, untuk masyarakat kalianda dan sekitarnya saja air dari gunung rajabasa tidak tercukupi, apalagi jika sumber air dari gunung rajabasa di ambil di pakai oleh PT Supreme direbus setiap harinya, di pakai pendingin pabrik, karena sitem kerjan PT tersebut merebus air setiap detik terus menerus untuk mengambil uapnya untuk menjadi PLTU, yang ukuran tempat perebusannya sangat besar memakai magma yang panasnya mencapi 1000 derajat lebih, sehingga akan terjadi kekeringan dan kemarau.

“Geotermal itu bagus, akan tetapi tidak tepat di Gunung Rajabasa, karena alam, sejarah dan keadaannya berbeda dengan gunung Kamojang dan gunung lainnya, sebab gunung Rajabasa adalah gunung tunggal, tidak banyak mengandung kandungan air, buktinya tidak ada sungai besar yang mata airnya dari atas gunung rajabasa. Kita harus tau berapa deposit kandungan air yang ada dipermukaan, air sungai dalam tanah dan air bawah tanah,” lanjutnya.

Selanjutnya kata dia, Kerajaan Paksi Pak Sekala Brak Lampung di topang oleh 4 pilar dan Simbul gunung yang ada diantaranya, Gunung Seminung di Danau Ranau, Gunung Pesagi di Lampung Barat (Lambar), Gunung Tanggamus di Kota Agung dan Gunung Rajabasa di Wayhandak Lampung Selatan.

“Kami memilih pemimpin yang Santun, Jujur, Merakyat, tidak Pongah dan berkomitmen hitam diatas putih menjaga Gunung Rajabasa serta tidak memfasilitasi perusahaan manapun yang akan mengebor merusak gunung rajabasa” terangnya. (Saipul/JJ)