Harianpilar.com, Lampung Utara – Kepala Kantor Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kotabumi, Mahmul Ahyar, bersikap arogan. Selain kasar terhadap masyarakat, pimpinan kantor dibantu petugas security itu juga bersikap tidak bersahabat dengan pekerja media, dan tebang pilih dalam melakukan pelayanan BPJS.
Mahmul Ahyar, sempat mendapat komplain dari Peserta, terkait tidak adil dalam melayani nomor urut antrian peserta pembuat kartu BPJS. Namun, Kepala cabang bersama skuritynya itu justru mengumpat mereka yang complain.
Ardi Yohaba, yang juga berprofesi sebagai Wartawan disalah satu Media Elektronik (TV), mengatakan saat itu dirinya, sebagai masyarakat akan membuat kartu jaminan kesehatan dikantor BPJS Kotabumi, setelah mendapatkan nomor antrian, Ardi sempat keluar kantor untuk waktu sebentar, karena merasa nomor antriannya masih terlalu jauh. Namun saat Ardi masuk kembali keruang tunggu, dirinya diperintah Satpam untuk Regisrasi ulang nomor urut peserta. ”Saat itu saya mau buat kartu BPJS, karena nomor antrian saya masih jauh maka saya keluar sebentar karena ada yang diurus, saat saya kembali keruangan saya dipinta Satpam regisrasi nomor urut lagi,” kata Ardi.
Sementara itu ada beberapa peserta yang dibiarkan saja oleh Suharjono, bahkan langsung dipanggil untuk melakukan pembuatan kartu BPJS. Merasa dilayani tidak adil, Ardi mencoba Komplain dan mempertanyakan hal itu kepada Suharjono, petugas satpam itu. Namun, bukan penjelasan yang didapat Ardi, tapi justru Suharjono membentak dan menantang dirinya, ”Ikutin saja aturan yang ada, kamu wartawan mana, saya ini tinggal digaruda kalau kamu mau tau,” kata Ardi menirukan ucapan Suharjono.
Tidak lama kemudian lanjut Ardi, Kepala BPJS Mahmul Ahyar juga mendatangi dirinya dan ikut membentak dengan nada yang lantang. Tidak ingin terlalu jauh dan terjadi hal yang tidak diinginkan maka Ardi memilih untuk menyelesaikan proses pembuatan kartu BPJS miliknya, ”Saya sadar, saat itu saya masih peserta, maka saya biarkan saja mereka membentak-bentak saya,” ungkap Ardi.
Dan, usai menyelesaikan proses pembuatan kartu BPJS miliknya, kemudian Ardi bersama beberapa awak media mencoba menghadap Satpam dan Kepala BPJS untuk meminta penjelasan masalah tersebut. ”Tadi saya peserta, sekarang saya wartawan, wajar dong saya mempertanyakan pelayanan di kantor ini,” jelas Ardi kepada Satpam dikantor setempat. Namun Suharjono yang tadinya merasa gagah enggan diwawancarai terkait masalah tersebut.
Lalu Ardi bersama rekan Media lainnya, meminta bertemu kepala BPJS Mahmul Ahyar guna menyikapi hal tersebut. Namun saat dimintai keterangan oleh wartawan, Mahmul juga menunjukan sikap yang kurang baik bahkan dirinya menantang Ardi. “Sekarang begini, anda mau memperpanjang masalah ini, atau mau kita selesaikan baik-baik,“ tantang Mahmul.
Saat ditanya wartawan terkait maksud dari pembicaraanya tersebut, Mahmul berkelit bahkan menyatakan sikap Ardi saat mendaftar BPJS tadi tidak sopan. ”Karena tadi saat saya tawarkan, sikap rekan anda ini kurang sopan juga,” kelitnya seraya memanggil polisi untuk mengusir para awak media dari ruangannya. ”Pak polisi, ini susah pak kalau begini ceritanya, orang ini keliatannya mau menjebak saya, ini pertanyaannya sudah seperti ini, No Statement,” kata Mahmul seraya menunjukan sikap angkuhnya. (iswant /yoan/joe)









Komentar