Harianpilar.com, Lampung Utara – Penanganan kasus Gizi Buruk (Gizbur ) di Lampung Utara (Lampura) perlahan sudah mulai membuah hasil yang cukup menggembirakan. Betapa tidak, dari 23 kasus Gizbur yang tercatat, 21 kasus sudah dinyatakan sembuh.
Sementara untuk satu orang masih dirawat dan satu orang lagi meninggal karena penyakit paru-paru.
“Ini tidak semua bisa dikatakan penyakit Gizbur , karena penyakit itu bukan hanya kekurangan makan saja,” kata Asisten II Sekretariat Pemkab Lampura H. Fahrizal Ismail, saat meninjau, sekaligus memberikan tali asih kepada Alenta Bilqis (1) balita penderita gizi buruk di Desa Cempaka, Kecamatan Sungkai Jaya, Rabu (7/10/2015).
Dikatakan Fahrizal, Alenta yang saat ini kondisinya sudah berangsur-angsur membaik meski berat badannya belum mengalami kenaikan yakni 5,3 Kg.
“Sesuai instruksi pak Bupati Agung kita berikan bantuan kepada Alenta. Semoga saja dapat bermanfaat dan bisa membantu keluarga,” ujar Fahrizal, di sela-sela peninjauan, Rabu (7/10/2015).
Fahrizal menjelaskan, kasus gizi buruk di tahun 2015 memang mengalami kenaikan, namun tidak semua balita yang terserang gizi buruk mutlak hanya terkena penyakit tersebut.
Hampir 80 persen mereka mengalami penyakit komplikasi seperti paru-paru, alergi dan penyakit penyerta lainnya.
Mendengar adanya kenaikan angka Gizbru di Lampura Pemkab langsung menggelar Rapat Koordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Daerah(RSD) Ryacudu Kotabumi.
Untuk itu, Fahrizal meminta kepada pihak rumah sakit agar dapat merawat pasien Gizbur dengan baik dan hingga kondisinya sembuh, karena semua biaya pengobatan pasien ditanggung Pemerintah Daerah. Sementara untuk pelayanan dilihat sudah cukup baik dan memadai yang terpenting buat pasien senyaman mungkin.
“Pasien Gizbur harus diperhatikan dengan baik. Jika balitanya alergi minum susu sapi carikan solusinya,” tutupnya. (Iswan/Yoan/JJ)








