oleh

Warga Desak Walikota Evaluasi Kebijakan Kepsek SMAN 16

Harianpilar.com, Bandarlampung – Warga Susunan Baru Tanjung karang Barat (TkB) Bandarlampung mengutuk tindakan Sri Karmila Kepala Sekolah SMAN 16, terkait tindakan

penutupan gerbang Masjid Darul Taqwa. Pasalnya, akibat penutupan gerbang itu, warga sekitar yang biasa menggunakan gerbang sebagai akses jalan menuju masjid merasa terganggu.

Puncaknya, perwakilan warga melalui Redi Novaldianto melaporkan tindakan Kepsek tersebut ke walikota, agar dilakukan evaluasi atas tindakan Kepsek yang dinilai arogan.

“Oleh karna itu, kami sebagai warga tidak bisa tinggal diam dalam hal ini, kami meminta kepada bapak walikota melalui satua kerja terkait permasalahan ini ,agar menegur dan mengevaluasi kinerja kepala sekolah SMA N 16 Bandarlampung atas perilakunya yang dikhawatirkan menimbulkan kegaduhan akibat protes masyarakat sekitar sekolah tersebut. Bapak walikota agar dapat mengawasi dan mengaudit bangunan anggaran sekolah SMAN 16 Bandarlampung, baik dana komite,BOS, ataupun anggaran lainnya untuk menghindari penyimpangan-penyimpangan,” kata Redi, saat ditemui di Pemkot Bandarlampung, Selasa (6/10/2015).

Dijelaskan Redi, diketahui Masjid Darul Taqwa adalah masjid yang berada di lingkungan sekolah SMAN 16 yang letaknya berbatasan langsung dengan rumah-rumah warga dan dipakai sebagai tempat ibadah warga. Terlebih asal muasal berdirinya masjid itu dulunya didanai oleh iuran warga yang berkisar 85% dan proses pembangunanya pun dibantu dari warga.

“Keterlibatan warga terhadap pembangunan masjid Darul Taqwa adalah bentuk kepedulian dan keprihatinan warga atas pihak sekolah SMAN 16 yang tidak juga menyelesaikan bangunan tempat ibadah tersebut,  karena bertahun- tahun terbengkalai hanya sebatas pondasi dan pasangan bata setinggi 2 meter,” ungkapnya.

Dengan ditutupnya gerbang sekolah itu, otomatis akses warga menuju masjid harus melalui jalur alternative yang jaraknya sangat jauh.

“ Padahal tidak ada kerugian pihak sekolah jika gerbang itu dibuka,” ujar Redi.

Terkait alasan pihak sekolah menutup gerbang lantaran siswa kerap bolos melalui gerbang itu, dinilia tidak masuk akal.

“Kalaupun ada alasan lain yang mendasari penutupan itu tentunya pasti ada solusi mengatasinya. Hal ini sangatlah tidah mendasar dan terkesan arogan sebagai sesama muslim dan sebagai seorang pendidik seharusnya memiliki empati sosial yang tinggi terhadap masyarakat, tapi yang ada kebijakan yang merugikan warga diambil sepihak oleh kepala sekolah,” ungkapnya.

Untuk itu, kata Redi, pihaknya meminta walikota untuk segera mengevaluasi kebijakan Kepsek yang telah menutup akses jalan menuju Masjid. (Qoyid/JJ)