oleh

Program Cetak 1000 Hektar Sawah Mesuji Terancam Batal

Harianpilar.com, Mesuji – Program cetak sawah seluas 1000 hektar yang digulirkan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Mesuji, terancam batal. Pasalnya, banyak masyarakat yang belum paham tentang proyek tersebut, yang tenggah dikerjakan oleh TNI Angkatan Darah (AD) tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikulural Anca Martha Utama, melalui Kabid Sarana dan Prasarana Firdaus mengakui bahwa program cetak sawah yang tenggah dikerjakan oleh TNI AD terancam batal, pasalnya terdapat kendala dari masyarakat yang meminta sisa dari pekerjaan program cetak sawah. Padahal, program tersebut langsung dikelola oleh pusat melalui TNI AD. “Masyarakat seharusnya mendukung program cetak sawah ini. Tetapi, fakta dilapangan masyarakat terkesena mempersulit dan menghambat program cetak sawah tersebut. Seharusnya masyarakat dapat ikut serta menyukseskan program cetak sawah ini bukan mempersulit,” kata Firdaus.

Menurut Firdaus, dengan adanya kendala seperti ini tentunya berdampak pada program cetak sawah yang tenggah digulirkan. “Masyarakat harus dapat merubah pola pikirnya. Karena, dampak dari program pembangunan cetak sawah ini sagat banyak manfaat. Selain harga jual, hasil produksi dan lainnya akan meningkat. Oleh itu, masyarakat harus paham,” paparnya.

Takhanya itu, Firdauz juga meminta agar aparat desa dapat ikut serta membantu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait program-program yang tenggah digelontorkan kedesa. Sebab, tujuannya untuk mendongkrak perekonomian masyarakat sendiri. Jangan menuntut hal-hal yang memang tidak memiliki dasar. “Kita harap masyarakat dapat paham serta membantu setiap program yang digelontorkan kepada masyarakat dan tidak mempersulit setiap program. Program cetak sawah seluas 1000 hektar ini tentunya tidak akan terselesaikan tepat waktu bila masyarakat mempersulitnya. Oleh itu, masyarakat harus dapat ikut serta melaksanakan berbagai porgram,” katanya.

Dipaparkan Firdauz, saat ini proses pembangunan cetak sawah ini sudah dilakukan seluas 120 hektar dari total 1000 hektar. Sementara untuk alat berat yang diterjunkan untuk mengarap seluas 1000 hektar ini sebanyak 12 unit eksapator.  “Yang jelas, program ini dapat berjalan serta tepat waktu maka masyarakat harus mendukungn program ini. Bila tidak didukung maka prosesnya tidak akan berjalan sesuai rencana,” tuturnya.

Diturunnya 12 alat berat ini tambah Firdauz! Tentunya untuk mempercepat pembuatan program cetak sawah ini. sebab. Ditahun 2016 akan ada lagi program cetak sawah. “Bila tidak ada hambatan maka program cetak sawah ini dapat tepat waktu. Karena, saat ini masih dalam proses lencelring,” tukasnya. (sandri/joe)