Harianpilar.com, Bandarlampung – Dua kereta api babaranjang yang membawa 60 gerbong muatan batu bara, Selasa (6/10/2015) sekitar pukul 06.45 Wib, bertabrakan di Kilometer 148+2/3 Kampung Pulau Batu, Kecamatan Negeriagung, Kabupaten Waykanan, sekitar 1 KM dari Stasiun Negeriagung.
Akibat kecelakaan itu, ke dua lokomotif terguling dan keluar dari jalur rel utama, bahkan jalur rel kereta mengalami patah. Beruntung, insiden itu tidak memakan korban jiwa, sementara satu masinis Khadafi hanya mengalami luka ringan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di Polda Lampung, babaranjang dengan nomor lokomotif CC2051315 diketahui membawa 60 gerbong dengan Masinis Kadafi, didampingi Asisten Juni, menabrak babaranjang dengan nomor lokomotif 20507 dan 20544 dengan masinis Rusmaiyul membawa rangkaian gerbong 60 yang sedang berhenti di jalur yang sama. Belum diketahui pasti penyebab terjadinya tabrakan kereta api babaranjang tersebut.
“Penyebabnya kita belum tahu, saat ini anggota masih melakukan evakuasi. Tindakan yang dilakukan setelah menerima laporan, mendatangi dan cek TKP, menolong korban masinis yang luka ringan, mencatat saksi-saksi, mendata dan bantu evakuasi,” kata Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih, saat dihubungi via telepon, Selasa (6/10/2015).
Untuk sementara, jalur kereta jurusan Palembang-Kotabumi ditutup untuk sementara.
Sementara Kapolresta Waykanan AKBP Harseno, bersama Kapolsek Blambangan Umpu Kompol Suwandi. menuju ke tempat kejadian setelah sebelumnya mendapatkan informasi dari masyarakat.
“Dalam kejadian ini juga akibatkan masinis KI mengalami luka ringan di pelipis kanan, akibat kecelakaan dua unit lokomotif No CC20532 dan CC2051315 terguling dan 6 gerbong anjlok keluar jalur rel, serta jaur rel tengah patah. Saat ini aparat keamanan mulai dari Polri dan TNI telah membantu evakuasi dan mengamankan jalur rel yang rusak,” ungkap Kompol Suwandi, seperti dilansir Tribratanews.com, Selasa (6/10/2015). (Dedy/Juanda)









