Harianpilar.com, Bandarlampung – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung mengadakan kegiatan pertemuan dengan mantan pecandu dan penyalahguna narkoba.
Kepala Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung, Abadi Azra’I mengatakan, kegiatan pertemuan dengan para mantan pecandu adalah bertujuan untuk memberikan bekal atau skil/kemampuan kepada mereka untuk bisa beraktifitas membekali diri menghadapi tuntutan hidup.
“Bekal yang diberikan, agar mereka tidak kembali ke barang haram tersebut, dan aktifitasnya bila mereka sibuk maka fikiran negatif tidak akan muncul, dan kami juga berharap agar mereka bisa benar-benar terlepas dari narkoba itu,” jelasnya, setelah memberikan arahan pada mantan pecandu, di Rumah Pendamping Sahabat Anak Negeri, Selasa (6/10/2015).
Kegiatan seminar akan ditampilkan beberapa keterampilan yang bisa memberikan motivasi kepada mereka.
“Dengan memiliki keterampalin mereka mempu kendalikan diri, sehingga ada nilai jual, dan bisa bekerja dan bisa beraktifitas di masyarakat,” tukasnya
Di waktu yang sama, Ketua Rumah Pendamping Sahabat Anak Negeri, H. Mabon berharap, dengan adanya semangat dari kita, keluarga, sahabat, dan teman dekat untuk mendamping para mantan pecandu agar tidak kembali lagi.
“Dengan pertemuan ini diharapkan para mantan bisa menyalurkan aspirasinya dan bisa mengasah skil yang mereka miliki. Nanti BNN yang memfasilitasi peralatan dan tega ahli nantinya di ambil dari luar,” katanya.
Sementara itu narasumber seminar dari Wisma Ataraksis, di Fajar Baru Lampung Selatan, Resty Pramitha Dewi, menjelaskan dalam seminar tentang, menejemen Stres disini maksudnya adalah untuk penenangan dan membatu menghilangkan stres pada pecandu.
“Kalau saya menyebutnya bukan mantan pecandu. Tapi Recaferingaddict (Mantan pecandu yang sedang tahap penyembuhan). Makanya sekarang mereka harus menghilangkan stres, harus bisa mengelola diri, dengan tidak perlu lagi kembali ke zat.
Pencegahan kekambuhan. Intinya, tanda-tanda yang harus diwaspadai, seperti gampang emosi, sudah mulai tidak mawas diri, tidak menghindar.
Seminar penguatan sehari, dan dilanjutkan keterampilan kerja, (keterampilan/mengasahah kemampuan diri). Diharapkan agar mereka bisa produktif. (Fitri/JJ)









