Harianpilar.com, Tanggamus – Sekitar 60% kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Pasar Madang, Kota Agung rusak. Ruangan kelas untuk 175 siswa, dan 11 guru itu tidak layak pakai. Sekolah yang berdiri sejak tahun 1983 itu pernah direhap padaa tahun 2014 lalu, yang hingga kini belum pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus, termasuk Dinas Pendidikan.
Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 3 Pasar Madang Suswoko, S.Pdi, mengatakan bahwa sejak berdiri sekolah itu baru dua kali mengalami rehab. Rehab pertama di lakukan pada tahun 1994 lalu. Namun tak lama setelah rehab, sekolah terkena musibah angin puting beliung, dan bangunan sekolah mengalami kerusakan. Lalu, rehab terakhir pada tahun 2004 lalu. “SDN 3 Pasar Madang ini ada 6 ruang kelas. Tiga kelas sudah tidak layak pakai karena sudah rusak sudah sejak lama, saya terkadang miris melihat anak-anak belajar dengan kondisi ruang yang sudah rusak. Terlebih lagi jika musim hujan, ruang kelas penuh dengan air hujan. Jika musim hujan, sekolah terpaksa diburkan. Nah, kondisi seperti ini tentu menghambat proses belajar mengajar,” jelas Suswoko, Minggu (4/10/2015).
Menurut Suswoko, kekhawatiran lain adalah usia bangunan gedung yang sudah tua, dengan komponen bangunan sekolah yang mulai lapuk. Terutama kayu yang mulai kropos dan ada yang sudah lepas dari panel di bagian atas bangunan sekolah. Jika dilihat dari luar sekolah, maka akan terlihat jelas sebagian bangunan ambruk dan melengkuk. “Saya sangat mengkhawatirkan anak didik saya, karena takutnya bangunan ambruk di saat anak-anak tengah melaksanakan KBM. Di tambah lagi, lantai sekolah massih ubin. Kan kalau di lihat dari prosedurnya, bangunan sekolah saat ini sudah di haruskan menggunakan rangka baja dengan berlantaikan kramik. Sementara kondisi sekolah kami, berbanding jauh sekali mas,” ucapnya.
Saat ditanya apakah sudah pernah mengajukan proposal bantuan kepada Pemkab Tanggamus. Suswoko mengatakan, bahwa pihaknya sudah pernah mengajukan proposal bantuan rehab berat saat di jabat oleh Kepsek terdahulu. Bahkan sudah pernah di lakukan pengukuran bangunan. Akan tetapi, setelah dua pekan pengajuan bantuan itu. Jabatan Kepsek lama digantikan oleh dirinya. “Sampai sekarang, kejelasan realisasi dari pengajuan proposal tidak ada kabarnya. Saya berharap Pemkab memberikan perhatiannya kepada SDN 3 Pasar Madang yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Jika bangunan sekolah bagus dan layak, maka proses KBM pun dapat berlanjut dan mampu selaras dengan program Pemerintah Pusat, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa,” harapnya. (imron/joe)









