Harianpilar.com, Bandarlampung – Terganggunya operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), disebabkan akibat banyaknya sungai yang melintas waduk seperti Waybesai mengalami kekeringan. Otomatis, debit air yang mendorong produksi listrik minim.
Wakil Gubernur Lampung Bahtiar Basri mengatakan, untuk saat ini Lampung kurang pasokan listrik sebesar 60 mega watt. Dari 2×90 mega watt menjadi 2 x 30 mega watt.
“Untuk hal ini Pemerintah Provinsi Lampung tidak bisa berbuat banyak, karena semuanya akibat kondisi alam,” jelasnya di kantor gubernur, Jumat (2/10/2015).
Mantan bupati Tubaba itu meminta pada masyarakat Lampung bisa memaklumi pemadaman listrik bergilir yang dilakukan oleh PT PLN (Persero) satu minggu terakhir.
“Masyarakat harus membantu dan tidak membuat gaduh, serta menyadari kurangnya pasokan listrik pada musim kemarau dan jangan menyalahkan PLN, sebab ini kondisi alam yang ada,” tukasnya.
Sebelumnya Humas Perusahaan Listrik Negara (PLN) I Ketut Darpa mengatakan, karena Provinsi Lampung sedang memasuki musim kemarau, sehingga PLTA yang menggunakan air tidak bisa bekerja secara maksimum. Sehingga pemadaman listrik secara bergilir yang terjadi di Bandarlampung sejak beberapa hari kemarin.
” Kita juga masih mengalami defisit listrik, biasanya saat malam hari daya listrik per- rumah 120-125 watt. Kalau stabil bisa sampai 250 watt per-rumah,” katanya di kantor PLN, Rabu (30/9/2015).
Pemadaman listrik secara bergilir untuk warga kota Bandarlampung dan sekitarnya diperkirakan sampai musim penghujan tiba. Karena saat musim penghujan tiba akan menambah daya listik PLN yang menggunakan PLTA.
” Kita berdoa saja sampai kapan pemadaman listrik secara bergilir ini berakhir, karena musim panas ini cukup lama. maka cukup lama juga pemadaman listrik secara bergilir bagi warga kota Bandar Lampung. Namun, Jika kita sudah memasuki musim penghujan, maka daya listrik akan bertambah,” jelasnya.
Dengan adanya pemadaman listrik secara bergilir di kota Bandarlampung, sudah pasti ada warga yang mengeluh.” Namun kita harus memaklumi karena kondisi seperti ini bukan hanya di Lampung saja, tetapi sampai ke Sumatera Selatan,” terangnya.
“Bukan hanya warga kota Bandarlampung saja yang mengeluhkan pemadaman listik secara bergilir ini, saya selaku pegawai PLN juga mengeluhkan, tetapi kita harus memaklumi kondisi ini,” terang Ketut. (Fitri/Juanda)









