Harianpilar.com, Pesawaran – Upaya pemerintah kabupaten Pesawaran dalam bidang peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat dengan pembangunan infrastruktur gedung kesehatan (Puskedes) disejumlah wilayah di Pesawaran belum menyentuh manfaat.
Pasalnya, Puskedes yang dikerjakan oleh jasa konstruksi pihak ketiga alokasi tahun anggaran APBD 2014 lalu itu, hingga saat ini belum difungsikan. “Kami sangat berharap gedung Puskedes secepatnya dapat dipergunakan. Karena selama ini kegiatan pelayanan kesehatan baik itu Posyandu (Balita) dan Posmandu (usia 15 keatas) maupun kegiatan sosialisasi lainnya masih bertempat pada rumah warga dan dibalai desa,” kata Sarda Ilyas, tokoh masyarakat Desa Cimanuk, Kecamatan Waylima.
Menurut Sarda Ilyas kegiatan pelayanan kesehatan efesiensinya efektif jika ditempatkan pada tempatnya. “Adanya bangunan gedung Puskesdes tujuan utamanya membantu masyarakat dalam hal konsultasi maupun penanggulangan pertama terkait penyakit yang diderita.” Katanya.
Kemudian saat disinggung, terkait program perawat homcare, apakah telah berjalan? sarda mengatakan, perawat homcere yang ditugaskan untuk dapat kiranya mengoptimalkan tugasnya. Dimana keberadaan perawat homcere seperti yang didengungkan selama ini, keberadaannya masih seperti siluman. “Sampai saat ini saya sendiri nggak tahu yang mana petugas homcere itu. Dan belum pernah dengar kalo ada petugas kesehatan yang berkunjung kesetiap rumah warga.” Katanya.
Adapun keluhan warga tentang penyakit, sementara ini pendataan kesehatan masyarakat hanya dengan melalui pengisian blangko saja. Seperti halnya sabtu 19 /9 /2015 lalu, Desa Cimanuk dan Wayharong dikumpulkan dibalai desa. “Dan disuruh ngisi blangko terkait keluhan penyakit yang diderita” katanya.
Sementara pihak Dinas Kesehatan saat dihubungi belum dapat memberikan tanggapan. Melalui Kepala Dinas maupun Sekretaris Dinas sampai berita ini diturunkan belum menjawab konfirmasi via SMS yang dikirim. (Fahmi/joe)









