Harianpilar.com, Mesuji – Pada tahun 2015, Pemkab Mesuji melalui dinas pekerjaan umum (PU) menganggarkan Rp256 miliar untuk pembangunan insfrastruktur jalan dibumi serasan segawe pada angaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2015.
Pembangunan infrastruktur yang saat ini tengah dicanangkan Pemkab Mesuji adalah penanganan infrastruktur jalan dengan menggunakan batu ukuran 2/3 cm dan 10/15 cm serta tanah uruk yang berasal dari proses pengupasan gunung di daerah cilegon. “Tanah uruk ini nantiny untuk menimbun ruas jalan yang ada dikecamatan Mesuji Timur dan Rawa Jitu Utara yang sangat sulit dilalui apalagi saat musim hujan tiba. Alasannya kenapa kita membeli batu dan tanah urug dari cilegon ini karena lebih murah baik dari harga maupun transportasinya, karena apabila kita angkut jalan darat memakan waktu dan merusak jalan,” kata bupati
Menurut Khamami, inovasi pembangunan itu dilakukan demi kepentingan masyarakat. Meski sebagai daerah otonomi baru (DOB) dengan fasilitas infrastruktur memprihatinkan. Bahkan Bupati Mesuji Khamami, tidak pernah libur bekerja, meski disela-sela kesibukannya mengikuti pendidikan Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) di Jakarta, Khamami masih blusukan melihat kondisi masyarakatnya dibawah. “Sebagai pemimpin saya harus senantiasa mengabdi kepada masyarakat, disamping menjalankan tugas dan tanggung jawab saya yang lain. maka dari itu saya harus tahu bagaimana kondisi masyarakat, apa kesulitan yang dihadapi dan mencari solusinya penanganannya,” kata Khamami.
Khamami, menjelaskan bahwa selain alasan penghematan anggaran, pembelian batu dari cilegon juga akan membuat jalur perairan Mesuji lebih hidup dan ramai. Karena kapal yang membawa tongkang pengangkut batu (tack boat) akan bersandar didermaga yang telah disiapkan pemkab setempat. “Ini juga menjadi salah satu hiburan masyarakat yang ingin melihat proses bongkar muat batu dari tongkang,” katanya. (sandri/joe)









